Sadar Akan Dosa

Renungan Minggu 31 Maret 2019, Hari Minggu Prapaskah IV

Bacaan: Yos. 5:9a,10-12Mzm. 34:2-3,4-5,6-72Kor. 5:17-21Luk. 15:1-3,11-32

Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. (Luk. 15:17)

Kehidupan berdosa digambarkan sebagai anak bungsu yang jauh dari bapanya dan mengalami kemiskinan dan kesengsaraan. Kunci pemulihan dari keadaannya adalah pertobatan. Pertobatan sejati mendatangkan keselamatan dan berkat. Pertobatan harus diawali dari sadar akan keadaannya yang membutuhkan pertolongan Tuhan, sadar bahwa ia berdosa dan hidupnya memprihatinkan. Tanpa ada kesadaran itu, anak bungsu tidak akan mengalami pemulihan.

Suatu ketika saya mendoakan orang yang sedang menderita stroke. Saya bertanya kepada keluarganya bagaimana orang tersebut bisa tiba-tiba stroke. Mereka katakan tidak mengetahui hal itu. Seseorang yang terkena stroke, selalu ada gejala awalnya. Salah satunya bisa dari pola makan dan kebiasaan hidup yang tidak sehat. Sayangnya banyak orang tidak menyadari bahwa keadaan seperti itu bisa berakibat fatal. Demikian juga keadaan orang berdosa. Dosa yang sering dilakukan akan menjadi kelemahan dan cacat cela yang mematikan rohani seseorang. Tanpa ada kesadaran untuk mau bertobat, tidak akan ada pemulihan.

Mari kita sama-sama meneliti apakah kita sudah berbuat dosa, bahkan dosa yang tersembunyi yang membuat kita jauh dari Tuhan. Hati Tuhan yang penuh belas kasih akan selalu terbuka untuk kita. (THW)