Mengandalkan Tuhan

Renungan Kamis 21 Maret 2019

Bacaan: Yer 17:5-10Mzm 1:1-2.3.4.6Luk 16:19-31

Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! (Yer. 17:7)

Dalam perjalanan hidup saya sampai saat ini, saya pernah mengalami masa-masa kejenuhan, malas berdoa, malas membaca Kitab Suci dan juga malas melakukan kegiatan kerohanian lainnya. Kalau pun berdoa, tidak dari hati alias asal berdoa hanya sebagai kewajiban semata. Dalam berdoa, pasti ada ungkapan protes dan kekecewaan saya pada Tuhan, tanpa ada ucapan syukur. Hal itu terjadi karena persoalan datang bertubi-tubi dalam hidup saya. Berturut-turut saya kehilangan anggota keluarga yang saya cintai; suami, ayah, anak tertua, dan terakhir ibu saya pun dipanggil Tuhan. Saya bertanya-tanya mengapa terus menerus peristiwa itu menimpa diri saya sehingga membuat saya seakan-akan berada di padang gurun, sangat gersang, tandus, kering, dan membuat saya semakin menjauh dari Tuhan. 

Di dalam Kitab Yeremia Tuhan berkata: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatan sendiri, dan yang hatinya menjauh dari Tuhan! Ia seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya hari baik, ia akan tinggal di tanah gersang di padang gurun, di padang asin yang tidak berpenduduk” (Yer. 17:5-6). Seperti itulah yang terjadi ketika saya menjauh dari Tuhan dan tidak mengandalkan Tuhan.

Lebih lanjut Tuhan mengatakan: “Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan! Ia seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan tidak mengalami datangnya panas terik, ia seperti pohon yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.” (Yer. 17:7-8).

Ternyata firman Tuhan ya dan amin, dan memang digenapi. Tuhan juga sungguh luar biasa baik.  Ibarat seorang bapa yang sayang anaknya, Dia selalu sabar menanti kedatangan anak-Nya yang nakal untuk bertobat. Dia terus mengingatkan dan menyadarkan saya sehingga saya benar-benar diubah dan terus mendekat kembali pada-Nya. Itulah yang terjadi. Di dalam Dia ada ketenangan, kedamaian dan sukacita yang penuh dan nyata. Dan sejak saat itu, saya terus bersyukur dan hanya mengandalkan Tuhan dalam segala perkara.

Melalui mulut Yeremia Tuhan menegaskan bahwa orang yang mengandalkan dirinya sendiri tidak akan bertahan. Sebaliknya orang yang mengandalkan Tuhan akan bertahan dan kokoh selama-lamanya. Oleh karena itu, mari kita berusaha untuk tidak akan pernah berpaling dari-Nya, tetapi tetap memandang Dia dan terus mengandalkan Dia dalam segala perkara.

Doa: Ya Tuhan, terima kasih kami punya Allah seperti Engkau yang selalu menjadi andalan kami dalam setiap hal. Ajari kami untuk terus dapat bersyukur dalam segala hal karena kami percaya hanya Engkaulah Tuhan kami. Amin. (EHR)