Apa Ganjaran Kami

Renungan Selasa 5 Maret 2019

Bacaan: Sir. 35:1-12Mzm. 50:5-6,7-8,14,23Mrk. 10:28-31

Berkatalah Petrus kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!” Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.” (Mrk. 10:28-31)

Dalam Markus 10:17-27, diceritakan tentang seorang kaya yang bertanya kepada Yesus, apa yang harus dilakukan untuk bisa memperoleh hidup yang kekal. Karena, menurut pandangan orang Farisi, hidup kekal bisa diperoleh bila MELAKUKAN petunjuk-petunjuk hukum Taurat, serta peraturan dan adat istiadat. Yesus menjawab bahwa apa yang dilakukan orang kaya itu sudah baik, namun tidak cukup. Orang kaya itu harus berani melangkah lebih jauh dan harus berani lebih berkorban, yaitu dengan menjual segala harta miliknya, dan membagikan kepada kaum miskin sebagai syarat untuk mengikuti Yesus. Orang kaya itu juga harus berani melepaskan kelekatan-kelekatan yang ada pada dirinya agar ia bisa sungguh mengasihi Allah dan sesamanya, dan mewarisi hidup yang kekal. Permintaan Yesus tentunya teramat sulit, dan itu digambarkan bagaimana akhirnya orang kaya itu pergi meninggalkan Yesus. Betapa sukarnya seseorang bisa masuk ke dalam Kerajaan Surga, dibandingkan dengan bagaimana mudahnya seekor onta masuk ke dalam lubang jarum. Perihal kesulitan itu juga menggambarkan kesukaran bagi siapa saja (Mrk. 10:24).

Dalam bacaan di atas (Mrk 10:28-31), Petrus mengingatkan Yesus, bahwa para murid, kita semua, berbeda dengan orang kaya tadi. Para murid sudah meninggalkan segala sesuatunya untuk mengikuti-Nya, dan mempertanyakan GANJARAN apa yang akan diperoleh mereka nantinya. Yesus memberi peneguhan dengan menjanjikan ganjaran seratus kali lipat, baik di dunia ini maupun di dunia yang akan datang, yakni hidup yang kekal. Karena rahmat panggilan Tuhan, mereka dan kita sudah masuk ke dalam Kerajaan Allah dan mulai mengalami aneka berkat-Nya di dalam keluarga baru jemaat Tuhan. Segala berkat dalam keluarga baru itu tidak dapat diambil dari kita, walau kita di tengah berbagai kesusahan dan penderitaan di dunia. Oleh karena itu, marilah kita lepaskan kelekatan-kelekatan yang kita punyai, agar tidak menjadi penghalang dalam mengasihi Tuhan dan sesama kita. (FXST)