Sudahkah Kau Lihat Sesuatu?

Renungan Rabu 20 Februari 2019

Bacaan: Kej. 8:6-13,20-22Mzm. 116: 12-13,14-15,18-19Mrk. 8:22-26

SUDAHKAH KAU LIHAT SESUATU?

“Yesus memegang tangan orang buta itu dan membawa dia ke luar kampung. Lalu Ia meludahi mata orang itu dan meletakkan tangan-Nya atasnya, dan bertanya: “Sudahkah kaulihat sesuatu ?” (Mrk. 8:23)

Mungkin saat ini kita tidak buta, artinya mata kita bisa melihat dengan normal, tetapi apakah kita bisa melihat seperti apa yang diinginkan Yesus? Kadang kita tidak menyadari bahwa kita mengalami kebutaan secara rohani (tidak bisa melihat masa depan yang indah, perkara-perkara yang mustahil atau hidup dalam kegelapan dosa). Hanya anugerah Tuhan yang bisa mencelikkan kita dari kebutaan-kebutaan yang kita alami selama ini. Kalau bukan Tuhan sendiri yang menarik kita dari jurang dosa dan menuntun kita untuk berbalik arah kepada-Nya, kita tidak akan mampu melihat terang yang sesungguhnya.

Ludah Yesus adalah sesuatu yang keluar dari mulut-Nya, itulah firman Allah yang menerangi mata dan hati yang buta. Membaca firman Allah akan membuat kita bisa melihat segala rencana indah Tuhan bagi kita.

Hampir 25 tahun saya jauh dari Tuhan, saya hanya memperhatikan hal duniawi. Sampai suatu saat segala-galanya hilang dari hidup saya. Dalam keterpurukan, Yesus memegang tangan saya, Dia memberi kekuatan dan pengharapan.

Apakah masalah saya langsung selesai? Ternyata tidak. Tetapi saya melihat sebuah pengharapan. Saya melihat sebuat proses yang harus dijalani dengan penuh sukacita sebab ada tangan penuh kasih yang selalu mengenggam tangan saya, sehingga saya tidak pernah berjalan sendiri.

Ada yang dengan sabar selalu bertanya “Sudahkah kaulihat sesuatu ?” Itulah Yesus yang dengan sabar menuntun, sampai saya bisa melihat jalan-jalan-Nya.

Marilah menjadikan firman sebagai gaya hidup, membaca firman sebagai suatu kebutuhan, sebagai cahaya untuk menerangi hati kita dan sebagai cara untuk mengetahui isi hati Tuhan serta rencana-rencana-Nya yang indah bagi kita.

Doa: Terima kasih Yesus karena telah mencelikkan mata saya sehingga bisa melihat apa yang seharusnya dilihat. Selalu pegang tangan saya agar kuat untuk melewati segala proses yang harus saya lalui, sehingga ketika Engkau bertanya kembali “Sudahkah kau lihat sesuatu?” saya bisa dengan yakin menjawab: “Sudah Tuhan, dan itu adalah Engkau.” Amin. (MEN)

                                    –