Sabda Tuhan Adalah Kebijaksanaan.

Renungan Rabu 27 Februari 2019

Bacaan: Sir. 4:11-19Mzm. 119:165,168,171,172,174,175Mrk. 9:38-40

Mencintai kebijaksanaan sama saja mencintai Sabda Tuhan, dengan kata lain mencintai kehidupan. Bila pagi-pagi ketika bangun, udara segar dan badan masih relaks, kita datang kepada Tuhan, berdoa dan membaca kitab suci, Sang Kebijaksanaan akan datang menjemput kita, dan akan memenuhi hidup ini dengan sukacita. Dituntun oleh Kebijaksanaan, kita melangkahi perjalanan hari ini, berkat Tuhan tercurah sepanjang hari ini. (Sir. 4:11-19).

Injil hari ini menunjukkan betapa bijaksananya Yesus memutuskan keluhan para murid yang mencegah orang bukan pengikut Yesus mengusir setan. “Jangan kamu cegah dia! Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.” (Mrk. 9:39-40).

Pelan tapi pasti, bila kita menghayati firman Tuhan setiap hari, merenungkan, melakukan lectio divina dan berkontemplasi, maka hidup kita akan dipenuhi dengan sukacita dan mampu menikmati damai sejahtera Tuhan. Sehingga bisa tetap bersyukur meskipun ada berbagai kesulitan dan kesusahan, kita tetap sabar menghadapinya. Kita tetap konsisten mewartakan Kabar Gembira Tuhan Yesus. Kita tetap tinggal di dalam Yesus, karena Dia sudah terlebih dahulu tinggal di dalam diri kita.

Doa: Ya Tuhan Yesus, turunkan rahmat-Mu ke dalam hati kami. Penuhilah kami dengan Kebijaksanaan-Mu dalam memutuskan apa saja yang kami perbuat, supaya semua perbuatan ini kami hunjukkan untuk kemuliaan-Mu. Dimuliakanlah nama-Mu sekarang dan selama-lamanya. Amin. (VDP)