Perintah Allah atau Adat Istiadat?

Renungan Selasa 12 Februari 2019

Bacaan: Kej. 1:20-2:4aMzm. 8:4-5,6-7,8-9Mrk. 7:1-13

Yesus berkata pula kepada mereka: “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Mrk. 7:9)

Yesus mengingatkan kita akan apa yang telah diperintahkan Allah dan kuasa yang diberikan kepada kita sebagai makhluk ciptaan-Nya seperti yang tertulis di Mazmur: Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya. (Mzm. 8:7)

Kita sebagai orang timur sangat kental dengan adat istiadat. Kita sering melihat upacara-upacara yang dilakukan sangat bertentangan dengan apa yang diperintahkan Tuhan kita. Kita memiliki kuasa, tetapi kita harus menggunakan kekuasaan itu dengan bijak terhadap semua makhluk di bumi. Kalau kita perhatikan upacara-upacara yang dilakukan dalam proses pelaksanaan pembangunan suatu proyek, sering terjadi upacara penanaman kepala kerbau atau hewan yang lain, padahal kita sangat mengerti dan mengetahui hal tersebut tidak memiliki manfaat yang nyata. Banyak proyek yang meskipun melakukan upacara penanaman kepala kerbau dan lain-lain, tetap juga masih mengalami kegagalan.

Oleh karena itu melalui bacaan hari ini, kita diingatkan oleh Yesus bahwa kita harus lebih menaati perintah Allah daripada melakukan upacara-upacara yang berpangkal kepada adat istiadat, apalagi dengan memakai binatang-binatang sebagai persembahan dalam suatu upacara. Doa: Tuhan Yesus yang Maha Pengasih, terima kasih hari ini kami diingatkan, bahwa sebagai manusia yang memiliki kuasa atas segala tumbuh-tumbuhan dan segala binatang hendaknya kami selalu ingat juga akan perintah Allah agar menjaga semua makhluk ciptaan-Nya. Jauhkan kami dari kebiasaan untuk melakukan semua adat istiadat yang bertentangan dengan perintah-Mu. Biarlah kami menjadi seperti murid murid-Mu yang mendahulukan perintah-Mu daripada melakukan upacara adat istiadat yang kami sering lakukan sebelumnya. Amin. (AlX)