Memahami Sabda Tuhan

Renungan Selasa 19 Februari 2019

Bacaan: Kej. 6:5-8,7:1-5,10Mzm. 29:1a,2,3ac-4,3b,9b-10Mrk. 8:14-21

Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: “Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.” (Mrk. 8:15)

Bacaan pertama hari ini mengisahkan tentang Nuh, seorang manusia yang sangat dikasihi Tuhan karena Nuh sangat beriman dan selalu  hidup bergaul dengan Tuhan. Ia selalu melakukan segala yang diperintahkan Tuhan kepadanya.

Dalam relasi kita bersama Yesus, seringkali kita mengalami “miskomunikasi” alias tidak sambung dengan maksud Tuhan. Seperti pada Injil hari ini, ketika Yesus mengajar para murid dengan memakai kata “ragi”: Berjaga-jaga dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes. (Mrk. 8:15), yang dimaksudkan adalah supaya para murid  waspada terhadap sifat jahat  atau pengaruh buruk orang Farisi dan Herodes, tetapi yang terpikirkan oleh para murid justru tentang roti.

Demikian juga kita seringkali menghubungkan Sabda Allah hanya dengan berkat jasmani saja. Padahal sesungguhnya makna Sabda Tuhan sangat mendalam, sebagai santapan rohani untuk perkembangan iman kita.

Yesus hari ini mengingatkan kita: “Kalian mempunyai mata, tidakkah kalian melihat? Dan kalian mempunyai telinga, tidakkah kalian mendengar? Sudah lupakah kalian?” (Mrk. 8:18),  menjadi bahan refleksi kita hari ini agar tidak bosan untuk selalu melakukan olah batin dan terus menjalin keintiman dengan Yesus, karena kita ini manusia yang mudah lupa dan yang kita pikirkan hanya sejauh mata memandang saja. Sungguh kita membutuhkan kasih karunia Allah supaya kita tidak degil hati dan mampu mencerna sabda Tuhan dengan baik.

Doa: Allah Bapa yang maha baik, bantulah kami yang seringkali lamban dalam mengerti kehendak-Mu. Semoga melalui sabda-Mu dan melalui sesama yang ada di sekitar kami, mampu mempertajam kepekaan kami untuk selalu hidup seturut Sabda-Mu. Utuslah Roh Kudus-Mu agar selalu menyertai perjalanan hidup kami yang rindu untuk selalu dekat pada-Mu. Amin. (VLD)