Berpikir Positif

Renungan Rabu 13 Februari 2019

Bacaan: Kej. 2:4b-9,15-17Mzm. 104:1-2a,27-28,29bcMrk. 7:14-23

Kata-Nya lagi: “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.” (Mrk. 7:20)

Pada Injil hari ini Yesus mengatakan bahwa bukan apa yang masuk ke dalam seseorang yang menajiskannya, melainkan apa yang keluar dari seseorang itulah yang menajiskannya. Sebab dari dalam hati orang timbul segala pikiran jahat, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.

Setiap hari kita bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang. Apakah hati kita sering iri pada keberhasilan orang lain? Apakah pikiran kita menghakimi orang lain? Apakah kita berprasangka atau berpikir negatif kepada orang lain? Jika jawabannya “ya”, maka hidup kita tidak akan bahagia. Teman akan menghindari kita karena banyak orang merasa sakit hati atas perkataan dan perilaku kita. Hal-hal buruk/negatif yang keluar dari hati dan pikiran kita akan tercermin pada perkataan dan tindakan kita, dan membuat orang di sekitar kita merasa tidak nyaman. Apabila hati kita penuh dengan kasih dan kita selalu berpikir positif, maka perkataan dan perilaku kita akan membuat orang lain merasa nyaman dan sukacita.

Oleh karena itu mari kita biasakan diri untuk selalu berpikir positif menghadapi berbagai peristiwa dalam kehidupan sehari-hari, agar perkataan yang kita ucapkan dan perbuatan yang kita lakukan tidak menyakiti orang lain, melainkan memberikan semangat dan sukacita bagi sesama.

Doa: Tuhan, mohon penuhi hati dan pikiranku dengan Roh-Mu agar semua pikiran, perkataan, dan perbuatanku selalu sesuai dengan kehendak-Mu dan dapat menjadi berkat bagi orang lain. Amin. (AMK)