Bebas Dari Belenggu

Renungan Senin 4 Februari 2019

Bacaan: Ibr. 11: 32-40Mzm. 31:20,21,22,23,24Mrk. 5:1-20

Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: “Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!” (Mrk. 5:8)

Dalam kehidupan moderen saat ini manusia cenderung sering dikuasai oleh roh jahat karena dunia menawarkan berbagai kemudahan melalui internet, telepon genggam dan sarana lainnya, di mana informasi bisa didapat dengan cepat dan mudah. Namun ada dampak lain yang menyebabkan perubahan besar dalam masyarakat, yaitu orang menjadi sulit bersikap ramah terhadap sesama, asyik dengan dirinya sendiri, menggunakan telepon genggam dan internet tanpa memperdulikan orang lain. Gejala ini adalah suatu bentuk karya roh jahat yang akhirnya membelenggu kita dan membuat kita menjadi kecanduan. Kemajuan teknologi sangat membantu, tetapi jika kemajuan membelenggu kita, maka kita terjerumus pada berhala kita sendiri.

Sebagai orang tua, kita perlu mendampingi anak-anak agar tidak terjerumus ke dalam kemajuan teknologi, yang membuat mereka tidak peduli kepada orang lain, Bukankah kita tidak mau  jika kita dan generasi kita menjadi generasi yang apatis dan tidak peduli dengan orang lain. Salah satu hal yang dapat kita lakukan adalah memberi teladan dalam hal perbuatan baik kepada anak-anak kita, misalnya mendengarkan dengan seksama kalau diajak bicara, memberi perhatian kepada orang-orang miskin dan berkekurangan.

Saya teringat dengan cerita teman kerja saya beberapa minggu yang lalu. Sepulang dari kerja dan mandi langsung memegang telepon genggam, sampai suatu hari ketika dia memegang telepon genggam untuk beberapa waktu yang cukup lama, putrinya yang masih berusia kurang dari dua tahun berkata, “Mama hp yus, hp yus.” Seketika itu teman saya tersentak dan menyadari bahwa dia sudah tidak memberi teladan yang baik bagi putrinya, tidak mengajak bermain dan berbincang.

Ada begitu banyak orang yang tidak menyadari akan situasi dirinya sudah dikuasai oleh roh jahat. Dalam Injil dikatakan  Yesus mengusir setan dari orang-orang yang kerasukan roh jahat. Kita akan dibebaskan dari kuasa roh jahat asalkan kita membuka diri kepada-Nya dan membiarkan roh-roh jahat seperti kecanduan, kebencian, iri hati dan sejenisnya keluar dari dalam diri kita. Kita membiarkan diri disembuhkan oleh Yesus Kristus. Oleh karena itu saatnya manusia beriman dengan sadar dan radikal. Orang yang beriman dengan sadar dan radikal selalu waspada dan mengandalkan Allah dalam segala sesuatunya. Orang tidak akan mampu menghadapi kekuatan jahat dengan mengandalkan kekuatan diri sendiri. Justru ketika manusia sudah berusaha mengandalkan kekuatan diri sendiri maka roh jahat tahu dengan persis kelemahannya. Tuhan memberkati. (LFB)