Anak Allah Yang Hidup

Renungan Jumat  22 Februari 2019, Pesta Takhta St. Petrus

Bacaan: 1Ptr. 5:1-4Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6Mat. 16:13-19

Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” (Mat. 16:16)

Dari murid-murid Yesus yang lain ternyata hanya Petrus yang dapat memberikan jawaban yang benar ketika Yesus bertanya siapakah Dia. Petrus menjawab bahwa Yesus adalah Mesias Anak Allah yang hidup, sedangkan yang lain bingung tentang siapa Yesus. Karena pengakuan Petrus inilah maka Yesus memberikan kuasa yang besar kepada Petrus yaitu untuk menggembalakan umat Tuhan dan Yesus juga memberikan banyak kuasa-kuasa lainnya.

Sebagai murid Yesus, maka kita juga harus tahu siapakah Yesus, karena dengan mengetahui siapakah Yesus maka kita akan lebih mudah untuk mengikuti dan menjadikan Yesus sebagai Allah yang hidup dan meraja di dalam hidup kita. Dengan menjadikan Yesus yang hidup dan meraja dalam hidup kita, maka banyak kuasa yang akan diberikan Yesus bagi kita untuk dapat menjadi pembawa Kabar Baik bagi sesama dan membawa banyak  jiwa untuk dapat menemukan dan mengalami Yesus yang hidup.

Sejak lama saya sudah mengenal Yesus sebagai pribadi yang menyelamatkan, tetapi saya belum menjadikan Yesus sebagai anak Allah yang hidup. Baru setelah ayah saya meninggal, kemudian saya menjadi Asisten Iman, ikut Kursus Evangelisasi Pribadi (KEP), menjadi Koordinator Asisten Iman, menjadi Ketua Lingkungan, menjadi koordinator KEP dan menjadi guru di KEP. Dari sinilah saya dapat merasakan Yesus sebagai Mesias, Anak Allah yang benar-benar hidup, di mana Dia memberikan kuasa dan pertolongan dan juga memberikan kepercayaan dan kemampuan kepada saya untuk menerima semua tugas dan menjalankannya.

Doa: Ya Yesus, Engkau adalah Mesias, guru dan teladan kami yang hidup. Ini kami ya Yesus sahabat-sahabat-Mu yang ingin selalu hidup di dalam Engkau, melekat dan bersatu dengan Engkau. Kami sungguh ingin menjadikan hidup kami berkat bagi sesama kami. Pakai dan mampukan kami ya Yesus untuk dapat menerima dan melakukan apa yang sudah Engkau ajarkan kepada kami. Terima kasih ya Yesus, karena Engkaulah Allah yang hidup kini dan sepanjang segala masa. Amin. (SAN)