Tanah Yang Baik

Renungan Rabu 30 Januari 2019

Bacaan: Ibr. 10: 11-18Mzm. 110:1,2,3,4Mrk. 4:1-20

Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat. (Mrk. 4:20)

Hari ini Yesus mengajarkan tentang empat kategori tanah yaitu tanah di pinggir jalan, tanah berbatu-batu, tanah dengan semak duri dan tanah yang baik. Saya masih ingat bagaimana respon orang tua saya yang saat itu belum menerima Tuhan Yesus. Awal mula Beliau sering mengkritik orang-orang Kristen yang rajin ke gereja tetapi perbuatannya sama dengan orang yang belum mengenal Tuhan bahkan bisa menjadi lebih buruk lagi. Sehingga tidak heran bila ada kata-kata yang pedas yang dia katakan “percuma rajin ke gereja, bila kelakuannya seperti itu”.

Tiga kategori tanah buruk adalah orang yang sering mendengar firman Tuhan tetapi tidak berbuah dan tidak berdampak positif kepada orang di sekitarnya. Pandangan orang tua saya menjadi berubah seiring dia melihat perubahan tingkah laku, tutur kata anak-anaknya yang menjadi lebih baik, sehingga orang tua saya ingin mengenal Tuhan Yesus . Menjadi tanah yang baik adalah tuntutan para evangelizer, di mana buah harus dirasakan orang-orang di sekitarnya. Mendengar firman itu baik, tetapi melakukan firman adalah lebih baik lagi, karena demikianlah kita bisa berbuah tiga puluh kali lipat, enam puluh kali lipat bahkan seratus kali lipat. Mari bersama-sama berproses menjadi tanah yang baik. (THW)