Semangat Memberitakan Injil

Renungan Sabtu 26 Januari 2019, Peringatan Wajib St. Timotius dan Titus

Bacaan: 2Tim. 1:1-8 atau Tit. 1:1-5Mzm. 96:1-2a, 2b-3,7-8a,10Luk. 10:1-9

Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.” (Luk. 10:2a)

Seringkali ketika mengajak teman untuk menghadiri atau terlibat dalam suatu pertemuan rohani, saya mendapat jawaban seperti: ‘aduh…saya belum ada waktu untuk kegiatan begitu’ (bila ia sangat awam dengan kegiatan rohani)’ atau ‘ah… saya belum bisa apa-apa..saya mendengar saja’ (bila ia sudah mulai sedikit ikut kegiatan rohani dan diajak terlibat lebih aktif).

Ternyata kegiatan rohani bukanlah hal lumrah yang biasa dilakukan oleh semua orang Kristen. Bagi mereka, beragama berarti pergi ke gereja. Pertemuan-pertemuan selain ibadah, adalah suatu kegiatan yang fakultatif, bahkan membuang-buang waktu, atau diperlukan hanya bagi orang yang dalam persoalan besar atau tidak punya pekerjaan tetap, seperti pengangguran atau pensiunan. Baru sedikit orang yang mau terjun dalam pelayanan rohani. Kalaupun sekarang dengan maraknya kegiatan di Keuskupan kita terlihat sudah banyak yang terlibat, namun jumlah ini masih sebagian kecil dari kebutuhan orang-orang yang memerlukan perbaikan dalam hidup mereka.

Seyogianya, sebagai murid Kristus yang mau dituntun oleh Sang Sabda kepada kehidupan yang sungguh bermanfaat sesuai kehendak Allah, kita mengindahkan perintah Yesus yang tercantum pada Injil hari ini: ‘mengutus mereka berdua-dua.’ Mengapa kita diutus? Jawabannya dijelaskan di ayat berikutnya, yaitu bahwa Yesus mengatakan hanya sedikit pekerja-pekerja yang mau menggarap ladang Tuhan (membawa sesama ke dalam keselamatan). Di sisi lain dalam bacaan hari ini, kita diperkenalkan kepada Timotius, sahabat Rasul Paulus, yang telah mengenal kerohanian sejak kecil berkat asuhan nenek dan ibunya. Kita melihat di sini, bahwa kesadaran dan semangat menginjili dapat dipupuk sejak kecil.

Jadi sahabat-sahabat dalam Kristus, marilah kita sadari dua hal penting dalam hidup ke-Kristen-an kita:

  1. Bahwa setiap murid Kristus yang baik, mau menjadi pekerja-pekerja di ladang Tuhan. Siap diutus membawa Kabar Gembira tentang Kerajaan Allah. Hal ini dilakukan terutama karena Yesus sendiri yang mengajak kita menjadi pekerja-Nya.
  2. Bahwa para orangtua menerima ajakan Yesus ini juga melalui pendidikan kerohanian kepada putra-putrinya; mengenalkan kasih Tuhan kepada mereka dan mendorong mereka akhirnya juga menjadi pekerja-pekerja Kristus sejak usia dini.

Doa: Bapa, semoga semakin hari, semangatku membawa Kristus kepada sesama, semakin Kau barui karena aku telah mengalami sendiri kasih-Mu dalam hidupku. Amin. (HCLK)