Penggenapan Janji

Renungan Minggu 27 Januari 2019

Bacaan: Neh. 8:3-5a,6-7,9-11Mzm. 19:8,9,10,151Kor. 12:12-30(1Kor. 12:12-14,27); Luk. 1:1-4;4:14-21

PENGGENAPAN JANJI

Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.” (Luk. 4:21)

Selamat pagi para Sahabat.

Ada pepatah yang mengatakan bahwa janji adalah hutang. Artinya, sebuah janji haruslah ditepati, kalau belum ditepati, maka pihak yang berjanji dianggap sedang berhutang. Suatu ketika, ayah saya berjanji membelikan sebuah raket badminton. Namun, untuk memperolehnya, ayah memberikan satu syarat, yaitu nilai rapor saya harus bagus, minimal peringkat lima di kelas. Singkat cerita, syarat yang diajukan saya penuhi dan tibalah saatnya untuk menagih janji hadiah raket badminton. Tetapi waktu itu ayah saya sedang sibuk dan bahkan ada di luar kota. Saat-saat seperti itu adalah siksaan bagi saya, karena memang saya sangat mengharapkan punya raket badminton, apalagi teman-teman di kampung, rata-rata sudah punya. Lewat beberapa hari, akhirnya ayah saya benar-benar membelikan raket tersebut. Senang sekali rasanya karena ada janji yang ditepati, bagi ayah saya juga demikian, karena hutang janjinya sudah lunas.

Sahabat, pernahkah Anda mengalami seperti yang saya alami? Menantikan janji dipenuhi. Atau pernahkah Anda dalam situasi sebagai ayah saya? Sudah berjanji, sehingga sesibuk apapun tetap berusaha memenuhi janjinya. Saya yakin semua orang pasti pernah mengalaminya. Namun ada juga janji yang susah dipenuhi, namanya janji kampanye. Lho?

Injil Tuhan hari ini, juga mengingatkan kita semua, bahwa Tuhan menjanjikan kabar baik, pembebasan para tawanan, penglihatan bagi orang yang buta, membebaskan orang-orang yang tertindas dan memberitakan tentang tahun rahmat Tuhan (Lukas 4:18-19).

Semua yang Tuhan janjikan ini adalah hal-hal pokok yang kita perlukan. Di saat dunia semakin muram, Tuhan janjikan kabar baik. Di saat banyak orang tanpa disadari telah menjadi tawanan dari dunia sekitarnya, karena gadget, pornografi, hedonisme, korupsi, kecanduan narkoba, Tuhan menawarkan pembebasan semua orang yang sedang tertawan. Di saat dunia mengajarkan untuk terus memupuk ego, kebenaran digantikan dengan hoax, saling merundung, banyak orang sudah buta rohaninya, Tuhan janjikan penglihatan yang baru agar bisa melihat sesama dengan kacamata Tuhan. Banyak orang hidup di bawah tekanan, tidak ada kesempatan untuk memperbaiki kesalahan lagi, Tuhan janjikan pembebasan bagi yang tertindas. Dan Tuhan juga janjikan, bahwa tahun rahmat Tuhan, tahun penuh sukacita dan pembebasan dari dosa sudah datang.

Sahabat, begitu luar biasanya janji-janji Tuhan ini. Dan kita tahu, bahwa Tuhan adalah pribadi yang tidak pernah ingkar janji. Tuhan pasti menepatinya. Permasalahannya adalah maukah kita sabar menantikan penggenapan janji-Nya? Syarat yang Tuhan ajukan adalah mendengarkan suara Tuhan berbicara kepada kita yaitu melalui firman Tuhan.

Mari sahabat, Tuhan Yesus rindu kita mengalami penggenapan janji-janji-Nya. Jangan sia-siakan waktu yang ada. Jadilah seperti umat di Nazaret yang setia mendengarkan janji Tuhan sampai Tuhan Yesus katakan kepada kita semua “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.”

Selamat berhari minggu, selamat mendengarkan suara Tuhan Yesus dan bersyukurlah karena Tuhan Yesus tidak pernah lalai akan janji-Nya.

Tuhan Yesus memberkati. (BVJSW)