Misa Syukur 25 Tahun SEP

Tidak terasa Sentra Evangelisasi Pribadi (SEP) St. Yohanes Penginjil BPK PKK Surabaya telah berusia 25 tahun di tahun 2019 ini. Untuk mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas penyertaan-Nya kepada SEP selama 25 tahun, maka di sepanjang tahun 2019 ini SEP mengadakan berbagai kegiatan dengan tema “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!” (Rm. 10:15b). Rangkaian acara sepanjang tahun 2019 antara lain adalah Misa Syukur, seminar, bakti sosial, retret alumni SEP/KEP dan akan diakhiri dengan Malam Pujian Penyembahan.

Pada Minggu 27 Januari 2019, Misa Syukur 25 tahun SEP telah diadakan di Aula Universitas Katolik Darma Cendika (UKDC), Jl. Ir. Soekarno, Surabaya. Misa Syukur ini dipimpin oleh Selebran Utama Bapak Uskup Surabaya Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono dan Konselebran Rm. YPH Jelantik, Pr., Rm. Damianus Weru, SVD., Rm. Adrian Adiredjo, OP. Aula UKDC begitu penuh karena dihadiri oleh lebih kurang 900 orang dari pengajar SEP, pengurus SEP, pengurus KEP, pengurus BPK PKK, alumni SEP/KEP, siswa aktif SEP/KEP dan para undangan yang lain.

Dalam sambutannya setelah Misa Syukur berakhir, Bapak Setiadi sebagai kepala SEP menyampaikan bahwa melalui tema “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!” (Rm. 10:15b), SEP ingin mengajak para evangelizer SEP/KEP, para penabur benih untuk berkumpul kembali sebagai “penuai-penuai kebun anggur Allah”, mengobarkan kembali semangat untuk melakukan tugas perutusan dan menjadi saksi Kristus. Mengingatkan kembali, para evangelizer SEP/KEP sebagai bagian dari keluarga besar Gereja Katolik dan Pembaruan Karismatik Katolik (PKK) untuk terus mewartakan Kabar Baik kepada setiap orang yang dijumpai dalam kesatuan dengan Gereja Katolik.

Bapak Agus Rahardjo, sebagai koordinator umum BPK PKK Surabaya dalam sambutannya, mengatakan bahwa Beliau adalah murid SEP angkatan ke-11, yaitu sekitar tahun 1998. Ketika Beliau mengikuti SEP waktu itu ada hal yang menarik yaitu ketika melakukan lectio divina setiap hari selama delapan bulan. Hasil yang dirasakan dari lectio divina setiap hari, Beliau dituntun untuk menjawab persoalan hidup dengan cara pandang Tuhan, bukan dari cara pandang dirinya. Hal ini yang mendasari Beliau dalam menjawab persoalan-persoalan hidup dengan firman Tuhan dalam menuju keserupaan dengan Kristus.

Bapak Agus sungguh  berterima kasih kepada para Romo Paroki yang telah membuka parokinya untuk KEP boleh bertumbuh di sana, kepada Pengurus SEP dan Pengajar SEP yang sudah bekerja keras dan penuh semangat mewartakan Injil, serta Bapak Uskup yang sudah merestui kegiatan ini dan semuanya kembali untuk kemuliaan Tuhan. Bapak Agus mengajak agar apa sudah dimiliki oleh kita semua anggota maupun alumni SEP, bekal-bekal rohani dapat ditularkan kepada banyak orang dan melakukan kaderisasi terutama kepada generasi muda kita.

Di bagian akhir sambutan sebelum acara ramah tamah, Bapak Uskup Mgr. Vincentius Sutikno menyampaikan terima kasih karena SEP telah membawa manfaat bagi umat Keuskupan Surabaya. Beliau mengatakan bahwa umat Katolik harus terus belajar supaya mengalami pertumbuhan iman. Penting untuk semakin memahami dan mendalami Ajaran Gereja Katolik agar bangga dan mantap sebagai umat Katolik, misalnya mengenai pemahaman liturgi dan makna Perayaan Ekaristi. Beliau juga mengatakan supaya kita semua menjadi orang yang terbuka terhadap karya Roh Kudus. Pesan Beliau bagi SEP agar terus berkarya walaupun harus “memikul salib” dan agar SEP terus membina umat menjadi orang yang beriman dewasa dan misioner. Setelah Misa Syukur dan sambutan-sambutan, acara dilanjutkan dengan ramah tamah, makan siang bersama, temu kangen dan reuni alumni SEP/KEP seangkatan. Semua orang merasakan sukacita Tuhan dalam acara ini. Biarlah sukacita itu akan terus ada buat kita semua, sehingga betapa indah kehadiran kita semua yang membawa kabar baik. Amin. (SET)