Yesus Melihat Iman Mereka

Renungan Senin 10 Desember 2018

Bacaan: Yes. 35:1-10Mzm. 85:9ab-10,11-12,13-14Luk. 5:17-26

YESUS MELIHAT IMAN MEREKA

Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus. Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung dengan banyaknya orang di situ, naiklah mereka ke atap rumah, lalu membongkar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: “Hai saudara, dosamu sudah diampuni.” (Luk. 5:18-20)

Memiliki keyakinan besar bahwa Yesus adalah penyembuh sungguh patut diteladani. Namun ada sisi lain yang sangat indah dan layak direnungkan, yaitu kerelaan hati dan usaha keras tanpa menyerah untuk membawa teman yang lumpuh itu kepada Yesus. Inilah bukti iman kristiani ketika kita memiliki kerelaan hati untuk peduli akan kebutuhan orang lain dan mengarahkannya kepada Yesus.

Di Lukas 5:20, dituliskan Yesus melihat iman sahabat-sahabat orang lumpuh yang terlihat berusaha keras membawa temannya yang lumpuh kepada Yesus. Walaupun mereka mengalami kesulitan untuk masuk ke dalam rumah, namun mereka tidak putus asa. Mereka beriman dan sudah mengambil keputusan  untuk tetap membawa teman mereka yang lumpuh kepada Kristus.

Si lumpuh menjadi gambaran bagi anggota Gereja yang memerlukan bantuan dan pertolongan. Ia yang  memang sungguh tidak bisa berbuat apa-apa karena kelumpuhannya, perlu mendapat perhatian lebih. Tidak hanya satu orang, namun empat orang membantu si lumpuh untuk menjumpai Yesus. Para pengusung menjadi gambaran bagi anggota Gereja yang selalu siap untuk memberikan perhatian bagi mereka yang mengalami kelumpuhan. Tanpa sepatah kata pun mereka membawa si lumpuh kepada Yesus. Demikian juga dengan kita anggota Gereja, tanpa menghakimi dan menilai kita seharusnya memberi bantuan dan pertolongan bagi mereka yang memerlukan.

Saya yakin ada banyak orang yang sakit baik jasmani maupun rohani di sekitar kita. Jika ada rekan yang sakit, mari kita doakan mereka, kita berdoa bersama-sama dengan iman. Jika ada rekan kita yang sudah mundur dari Tuhan, mari kita doakan dengan iman dan bawa mereka datang kepada Tuhan Yesus. Tuhan pasti akan menanggapi iman saudara. Marilah kita belajar menolong orang lain dengan iman kita. Tuhan memberkati. (LFB)