Tergerak Oleh Belas Kasihan

Renungan Rabu 5 Desember 2018, Hari Biasa Pekan I Adven

Bacaan: Yes. 25:6-10aMzm. 23:1-3a,3b-4,5,6Mat. 15:29-37

TERGERAKLAH HATI YESUS OLEH BELAS KASIHAN

Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: “Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalan.” (Mat. 15:32)

Bacaan Injil hari ini mengisahkan tentang dua mujizat besar yang dilakukan oleh Yesus. Mujizat yang pertama adalah penyembuhan orang yang lumpuh, timpang, buta, bisu dsb. Sedangkan mujizat yang kedua adalah memberi makan kepada orang banyak yang mengikuti Yesus. Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa Yesus dengan belas kasih dan bela rasa yang besar terhadap orang banyak yang lapar dan menderita dengan membuat sebuah mujizat. Yesus memuaskan rasa lapar mereka dengan roti dan ikan yang dipergandakan .

Tentulah kedua kisah ini sangat menakjubkan, karena  memang tidak ada orang yang mampu melakukan hal seperti yang dilakukan oleh Yesus. Jika kita lihat secara seksama, apa sebenarnya yang menjadi sorotan dari kisah mujizat yang dilakukan oleh Yesus ini?

Sesungguhnya melalui mujizat yang dilakukan Yesus ini, Yesus berpesan dan menunjukkan pada kita bahwa pentingnya berbelas kasih kepada sesama yang sedang berkekurangan dan membutuhkan bantuan. Yesus begitu merasakan apa yang dialami oleh orang-orang yang ada di sekitarnya. Bukankah Dia berkata kepada para murid-Nya ”Hati-Ku tergerak oleh belaskasihan”.

Karena tergerak oleh belaskasihan inilah, maka Yesus pun membantu mereka untuk mengurangi bebannya. Yesus tidak pergi meninggalkan orang-orang sakit dan lapar itu, tetapi Yesus justru hadir dan mecari jalan keluar bersama mereka. Yesus memang benar-benar hadir bagi mereka yang membutuhkan pertolongan.

Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita berbuat seperti Yesus?

Untuk zaman sekarang terdapat dua pilihan yang dihadapkan kepada kita ketika bertemu dengan orang-orang yang sedang menderita dan kekurangan. Pilihannya yaitu membantu atau malah menghindari mereka.

Dalam hidup sehari-hari kita sering mencari alasan untuk menghindar dari mereka yang sedang membutuhkan pertolongan. Berbagai macam cara kita tempuh supaya kita luput darinya.

Apakah itu ciri sebagai murid Yesus? Pesan dari bacaan Injil hari ini yaitu Yesus mengharapkan supaya kita hidup seperti Dia. Hidup dengan berbelas kasih kepada sesama. Yesus telah melakukannya untuk kita bukan hanya dengan kata-kata belaka tetapi dengan tindakan-Nya yang nyata.

Jika kita mampu berbelas kasih kepada sesama berarti kita sudah ikut ambil bagian dalam meringankan dan membebaskan beban saudara kita. Mari kita tunjukkan bahwa kita adalah murid-murid Yesus yang penuh belas kasih kepada sesama.

Sebenarnya, segala mujizat yang Yesus lakukan menunjukkan kepada kita bahwa Dia datang ke tengah dunia untuk mengampuni dosa-dosa kita dan untuk menyembuhkan hati, pikiran, dan tubuh kita. Dia datang untuk menyembuhkan luka-luka kita dan dan untuk memenuhi rasa harus dan lapar kita akan kasih-Nya yang tanpa syarat.

Yesus memiliki hasrat dan kuat kuasa untuk menyembuhkan semua penderitaan kita. Ia ingin agar kita mengalami kasih dan pengampunan-Nya.

Dari ayat-ayat bacaan ini kita dapat belajar mengenai 3 hal yang menarik tentang Yesus:

  1. Yesus adalah jawaban bagi kebutuhan manusia. Satu hal yang tidak pernah bisa dipungkiri dalam hidup manusia yaitu bahwa manusia memiliki kebutuhan. Yesus bukan hanya sekedar Tuhan dan Juru Selamat bagi kita. Tetapi, Yesus adalah jawaban bagi semua kebutuhan kita.
  2. Yesus tidak memberi kriteria atau syarat tertentu bagi orang yang mencari Dia. Dikatakan pada ayat di atas ‘…kemudian orang banyak datang berbondong-bondong kepada-Nya membawa orang lumpuh, orang timpang, orang buta dan orang bisu dan banyak lagi yang lain, lalu meletakkan mereka pada kaki Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya’. Dikatakan Yesus menyembuhkan mereka semuanya. Bukan satu atau dua orang saja.
  3. Jika kita dekat Yesus, maka kita akan selalu memuliakan nama Allah. Dikatakan pada ayat yang ke-31 ‘….Maka takjublah orang banyak itu melihat orang bisu berkata-kata, orang timpang sembuh, orang lumpuh berjalan, orang buta melihat dan mereka memuliakan Allah Israel’.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita ingin memuliakan diri kita sendiri?

Jika kita dekat dengan Yesus, menyadari bahwa semuanya berasal dari Tuhan, maka kita akan senantiasa bersyukur dan mengatakan semuanya adalah anugerah Tuhan.

Dalam Alkitab tertulis “Terkutuklah orang yang mengandalkan kekuatannya sendiri. Banyak orang yang gagal karena mereka hanya menggunakan kekuatan mereka sendiri.”

Doa: Tuhan Yesus, terima kasih untuk firman-Mu hari ini. Ajar kami Tuhan untuk selalu mempunyai hati berbelas kasih seperti hati-Mu. Pimpin dan bimbing kami agar kami semakin meneladan sikap dan tindakan-Mu dan kami dapat menerapkannya dalam hidup kami sehari-hari. Sehingga kami punya tangan yang selalu terbuka dan siap menolong sesama kami yang membutuhkan. Tegurlah jika kami mempunyai pikiran untuk menghindar dari orang yang membutuhkan bantuan. Amin.

Berkat dan kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kita semua. Amin. (VRE)