Rencana Keselamatan Allah

Renungan Sabtu 8 Desember 2018, Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda

Bacaan: Kej. 3:9-15,20Mzm. 98:1,2-3ab,3bc-4Ef. 1:3-6,11-12Luk. 1:26-38

RENCANA KESELAMATAN ALLAH

Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. (Luk. 1:31)

Bpk/Ibu terkasih,

Hari ini Gereja merayakan Hari Raya Maria yang Dikandung Tanpa Noda Dosa. Gelar ini ingin mengungkap bagaimana Maria dipersiapkan untuk menjadi ibu Yesus, Sang Mesias, sehingga Maria memang suci sejak awal atau sejak dalam kandungan. Maria tidak memiliki dosa apa pun termasuk dosa asal, agar ia pantas menjadi Bunda Yesus. Dogma ini dimaklumkan oleh Paus Pius IX pada 8 Desember 1854.

Perawan Suci Maria terbebas dari semua itu karena posisinya yang istimewa. Tidak ada manusia manapun yang memiliki kedekatan yang lebih erat dengan Yesus kecuali Maria, karena secara fisik Maria bersatu dengan Yesus sejak awal mula. Maria menjadi teladan beriman bagi kita karena dalam dirinyalah kita menemukan figur kesucian, kedekatan relasi dengan Yesus, sikap ketaatan yang total sebagai hamba Tuhan dan kesetiaan mengikuti Yesus hingga di bawah kayu salib.

Rencana Allah sungguh besar bagi kita semua dan tak dapat digagalkan, seperti  Bunda Maria yang telah dipersiapkan dari sejak dikandung, kita pun telah dipersiapkan bagi rencana Allah. Maukah kita bekerjasama dengan Allah seperti Bunda Maria yang mau menerima tawaran Allah untuk menjadi ibu Yesus? Apakah saya mau bekerja sama dengan Allah terhadap rencana keselamatan-Nya bagi keluarga, lingkungan, paroki dan komunitas di mana kita berada saat ini?

Jangan pernah sanksi dan takut karena janji-Nya: Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir  zaman. (Mat 28: 20)

Doa: Ya Tuhan, buatlah aku semakin mengerti akan rencana-Mu bagi hidupku, seperti Bunda Maria yang telah Kau persiapkan untuk menjadi ibu Yesus, yang membawa keselamatan bagi manusia, kiranya melalui hidup dan karyaku, nama-Mu semakin dipermuliakan. Amin. (IPJ)