Menjadi Saksi Kristus

Renungan Kamis 27 Desember 2018, Pesta Santo Yohanes Penginjil

Bacaan: 1Yoh. 1:1-4Mzm. 97:1-2,5-6,11-12Yoh. 20:2-8

MENJADI SAKSI KRISTUS

Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya. (Yoh. 20:8)

Hari ini, Gereja Katolik di seluruh dunia merayakan Pesta Santo Yohanes Penginjil. Karena St. Yohanes Penginjil merupakan Santo Pelindung Sentra Evangelisasi Pribadi (SEP) Surabaya, maka pada hari ini juga kita semua, para pengajar, pengurus SEP, Pendamping Lectio Divina, Pendamping Kelompok Sharing, Tim Doa, Panitia HUT SEP 2019 serta para pengajar baru SEP lulusan 2018, mengadakan Misa “Pesta Nama Pelindung SEP St. Yohanes Penginjil”.

Terkait dengan pesta St. Yohanes Penginjil, bacaan Injil hari ini menceritakan kepada kita semua suatu peristiwa yang dialami St. Yohanes setelah mendengar kesaksian Maria Magdalena; “Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan.” (Yoh. 20: 2).

St. Yohanes Penginjil dan Rasul Petrus bergegas berlari ke makam Yesus. Ia tiba terlebih dahulu di makam itu. Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. (Yoh. 20: 5). Namun setelah Rasul Petrus tiba di makam Yesus dan masuk ke dalamnya, melihat bukti kebangkitan Tuhan Yesus, maka masuklah juga St. Yohanes Penginjil, ke dalam makam itu. Ia melihatnya dan percaya. (Yoh. 20:8)

Bacaan Injil hari ini, menegaskan kepada saya bahwa St. Yohanes Penginjil merupakan salah satu saksi akan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Kesaksiannya makin meneguhkan saya, bahwa Tuhan Yesus sungguh bangkit. Kesaksiannya telah membantu saya makin memahami misteri inkarnasi yang saya rayakan pada setiap Perayaan Natal dalam hubungannya dengan kebangkitan-Nya. Kesaksiannya telah memberikan teladan kepada saya untuk menjadi saksi Kristus dan mewartakan Kabar Baik kepada banyak orang di sekitar kehidupan saya, bahwa dalam Tuhan Yesus Kristus, Putra Allah yang menjadi manusia, yang wafat dan bangkit dari kematian, penebusan ditawarkan kepada segala manusia sebagai suatu karunia rahmat dan belas kasih Allah (E.N. 27)

Dan bila merenungkan Firman Tuhan hari ini akan teladan St. Yohanes Penginjil sebagai saksi Kristus dan kesempatan yang diberikan Tuhan Yesus kepada diri saya untuk mewartakan Kabar Baik dan menjadi saksi-Nya, selalu ada rasa syukur dalam hati saya. Oleh karena kasih-Nya, Ia telah memberi banyak kesempatan dan sukacita di dalam kehidupan saya. Kesempatan untuk belajar menjadi evangelizer melalui SEP. Kesempatan untuk mengajarkan di SEP dan KEP, sehingga saya dapat mendorong banyak orang mengalami perjumpaan dan relasi dengan melakukan Lectio Divina. Selain banyak kesempatan, saya diberikan-Nya juga sukacita. Sukacita karena boleh mendampingi kelompok Lectio Divina peserta KEP Kefa, yang sekarang sudah dapat mandiri. Sukacita karena di akhir bulan November yang lalu, saya dan tiga orang sahabat pengajar boleh melayani KEP Agats – Papua dan mendorong peserta berdoa dan membaca Kitab Suci dengan metode Lectio Divina. Rencananya kelompok kecil umat dari peserta KEP Agats akan mulai melakukan Lectio Divina bulan Januari 2019 yang akan datang.

Tuhan Yesus Kristus saya mengucapkan terima kasih kepada-Mu untuk banyaknya kesempatan dan sukacita yang telah Engkau berikan kepada diri saya, terutama dalam membagikan Kabar Sukacita-Mu kepada banyak orang di sekitar kehidupan saya dan kepada banyak peserta SEP KEP. Ajar dan bimbing diri saya ya Allah Roh Kudus, agar saya dapat setia dan tekun menjadi evangelizer-Mu, melakukan tugas perutusan dan menjadi saksi Kristus untuk menyenangkan hati-Mu. Amin.

Tuhan memberkati.

Set.