Kobarkan Kasih

Renungan Minggu 2 Desember 2018, Hari Minggu Adven I

Bacaan: Yer. 33:14-16Mzm. 25:4bc-5ab,8-9,10,141Tes. 3:12-4:2Luk. 21:25-28,34-36

KOBARKAN KASIH

Dan kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain  dan terhadap semua orang, sama seperti kami juga mengasihi kamu. Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat  dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya. (1 Tes. 3:12-13)

Beberapa hari yang lalu, saya menelepon seorang teman saya untuk menanyakan dana yang akan Beliau transfer ke rekening bank saya, karena sesuai dengan perjanjian kami seharusnya dana tersebut sudah masuk tiga hari yang lalu, dan dalam pembicaraan tersebut teman saya mengatakan bahwa beliau sudah transfer juga melalui bank yang sama dengan bank saya tiga hari yang lalu tepat dengan tanggal yang sudah disepakati. Saya merasa aneh karena menurut pengalaman saya selama ini transfer dana antar rekening dalam bank yang sama hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja dan dananya akan masuk. Beliau juga mengatakan coba kamu periksa lagi nanti pasti dananya sudah masuk, dan memang benar setelah saya periksa lagi beberapa jam kemudian dana itu sudah masuk ke rekening saya dan saya periksa ternyata transfer tersebut baru dilakukan di hari yang sama.

Saya merasa jengkel mengapa beliau tidak terus terang saja kalau memang transfernya baru hari itu, saya mulai merasa tidak sukacita. Namun ada dorongan lain dalam hati saya untuk menyalurkan kasih, dan memberkati siapa saja meskipun orang yang tidak menyenangkan, saya seperti diingatkan juga bahwa saya harus mempunyai gaya hidup yang memberkati baik melalui kata-kata dan tindakan saya agar aliran Rahmat Allah tidak terhenti. Maka saya mengucapkan kata-kata berkat kepada teman saya melalui WhatsApp dan beliau menanggapi dengan sukacita, dan hati saya pun penuh dengan sukacita dan semangat sepanjang hari itu.

Rasul Paulus hari ini mendoakan kita semua agar kita semua bertambah-tambah dan berlimpah dalam kasih, agar si jahat tidak dapat mencuri sukacita kita dan kita tidak jatuh dalam pencobaan.

Allah adalah kasih, agar kasih itu dapat berkobar dalam hati kita maka kita harus melakukan perintah Allah yaitu mengasihi Allah dan mengasihi sesama. Orang yang menolak untuk mengasihi akan kehilangan hal terbaik yang ditawarkan oleh Tuhan.

Doa: Bapa, aku bersyukur untuk kasih-Mu dalam hidupku, dan ajar aku terus menyadari betapa panjang dan lebarnya kasih-Mu dalam hidupku, dan bimbing aku untuk mampu mengasihi-Mu dan melakukan perintah-perintah-Mu di sepanjang hidupku. Amin. (CTS)