Keteladanan Bunda Maria

Renungan Sabtu 22 Desember 2018

Bacaan: 1Sam. 1:24-28; MT 1Sam. 2:1,4-5,6-7,8abcdLuk. 1:46-56

Shalom semua saudaraku yang terkasih dalam Yesus Kristus.

Masa Adven sudah hampir selesai dan kita semua pasti sudah bersiap sedia dengan penuh sukacita menyambut Hari Raya Natal. Secara pribadi saya merenungkan bagaimana perasaan Bunda Maria pada saat menerima kabar dari malaikat Gabriel. Mungkin dia terkejut atau takut karena tidak pernah terpikirkan bahwa seorang malaikat utusan Allah akan datang menemuinya.

Maria seorang gadis muda yang polos dan sederhana tetapi punya iman yang teguh dan berani menerima perintah Allah. Dia mau terbuka terhadap rencana dan kehendak Allah. Dia mau menjadi pelaku Firman Allah.

Injil hari ini sungguh indah bagi saya dan juga bagi kita semua. Tampak nyata daya kasih dan kelembutan hati Maria, ketulusan hati dan iman yang mantap, dia selalu memuji dan memuliakan Allah.

“Jiwaku memuliakan Tuhan dan hatiku bergembira karena Allah Juru Selamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya.”

Saya terus berusaha belajar mengikuti teladan Bunda Maria, yang siap sedia melakukan kehendak Allah, yang tekun dalam berdoa, yang selalu memuji dan memuliakan Allah, yang menyimpan segala perkara dalam hati, yang peka dan mau menolong orang lain, yang siap dan cepat melayani sesama tanpa pamrih, yang berjalan dalam kuasa Roh Kudus.

Inilah keutamaan-keutamaan yang sangat luar biasa dan saya masih berjuang dan terus menerus mau belajar untuk mengikuti teladan Bunda Maria tersebut.

Doa: Bapa yang penuh kasih, curahkan Roh Kudus ke dalam hati saya, agar saya mampu mengikuti teladan Bunda Maria. Mampukanlah saya untuk menjadi lebih tabah dan sabar dalam menghadapi segala persoalan. Mampukanlah saya untuk selalu memuji dan memuliakan Dikau dalam suka dan duka hidup ini. Terima kasih Tuhan. Amin. (MGND)