Kebenaran di Dalam Ketidakbenaran

Renungan Sabtu 15 Desember 2018

Bacaan: Sir. 48:1-4,9-11Mzm. 80:2ac,3b,15-16,18-19Mat. 17:10-13

KEBENARAN DI DALAM KETIDAKBENARAN

Jawab Yesus: “Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu.” (Mat17:11)

Menjadi pembaru memanglah tidak mudah dimengerti, apalagi diikuti. Suatu tempat yang sudah nyaman dengan kondisinya bertahun-tahun akan menjadi terusik ketika ada pembaruan yang hadir, apalagi jika perubahan itu bakal merugikan diri atau kelompoknya. Salahsatu contoh jika sudah nyaman dengan kebobrokan hidup, maka sudah pasti akan menolak dengan keras saat ada yang memperbaiki apa yang buruk. Kebaikan justru akan menjadi musuh terbesarnya, kebaikan justru akan mengancam dirinya. Maka segala daya upaya akan ia kerahkan supaya sang pembaru tidak jadi mengubah hidupnya.

Menjelang akhir masa Adven ini kita melihat Elia yang hadir kembali dalam pribadi Yohanes Pembaptis. Mereka berdua sama-sama menjadi penyambung “Suara Tuhan” kerap mengkritik buruknya kehidupan sosial manusia. Mereka tidak ragu menyuarakan kebenaran dan mengingatkan para penguasa karena hidup mereka menjauh dari perintah Allah. Elia (Yohanes Pembaptis) selalu membawa kabar bahwa di dalam Tuhan selalu ada pengharapan, dan mengajak setiap orang untuk berbalik dari jalannya yang jahat untuk menerima rahmat pengampunan guna anugerah hidup abadi bersama Allah Bapa.

Dalam kehidupan sehari-hari, tanda iman itu tumbuh subur dan berbuah adalah bila kita sanggup untuk memelihara sikap menerima dan terbuka untuk belajar serta diajar Tuhan melalui aneka pengalaman hidup. Jadi, hendaknya berbagai peristiwa terjadi mampu kita lihat dengan teropong iman akan kebenaran maksud Tuhan seperti di dalam firman, karena Allah menyapa setiap anak yang dikasihi melalui pengalaman dalam relasi pribadi sehingga kita boleh percaya dan berjalan bersama-Nya.

Saat ini, bagi saya Sentra Evangelisasi Pribadi (SEP) benar-benar terbukti sebagai pembaru di dalam hidup, di mana setiap waktu saya boleh diingatkan serta diubah untuk jadi lebih terbuka pada kebenaran dan berani mengungkap kejujuran, serta selalu percaya dalam pengharapan  dari Tuhan saja. Dan yang membuat semakin mantap, saat ini saya mempunyai begitu banyak rekan sekomunitas yang sangat membantu untuk menjadi saluran suara nyata dari kehendak Bapa di sorga. 

Marilah berdoa: Tuhan Yesus, hadirlah setiap saat dalam kehidupanku. Kuatkan dan mampukan kami di saat menghadapi tantangan iman dalam kehidupan setiap hari. Amin. (VMG)