Bunda Maria Bagi Keselamatan Manusia

Renungan Kamis 20 Desember 2018

Bacaan: Yes. 7:10-14Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6Luk. 1:26-38

Dalam renungan hari ini,  kita diingatkan kembali bahwa Allah tidak melupakan janji dan kuasa-Nya yang tidak berkesudahan bagi keselamatan manusia.

Dalam Perjanjian Lama, Yes. 7:14 Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.

Dalam Perjanjian Baru, Luk. 1:31-33 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”

Dari renungan hari ini kita mengetahui bahwa Bunda Maria dengan penuh iman dan penyerahan diri secara total kepada penyelenggaraan Ilahi, Bunda Maria berani menjawab panggilan Allah. Dalam perjalanan hidupnya, Bunda Maria mempunyai relasi yang sangat dekat dengan putranya, Yesus Kristus, sejak ada dalam kandungan serta sampai wafat-Nya. Bunda Maria telah dipilih oleh Allah menjadi Bunda Allah. Lewat kepercayaan, iman dan penyerahan total, Bunda Maria mempunyai keyakinan bahwa Maria menerima tugas penyelamatan umat manusia. Dan Maria mau berserah total sepenuhnya, percaya Allah dan menjadikan Maria sungguh-sungguh istimewa, baik di hadirat Allah maupun manusia.

Dalam kehidupan, betapa sering kita harus mengalami berbagai masalah, mulai rasa khawatir, tertekan, malu, takut, sedih, kecewa, benci, amarah dan lain-lain. Rasanya kita tidak mampu lagi menjalani kehidupan in, terlalu berat, terlalu sulit, menyakitkan dan tidak adil.

Bagaimana dengan bunda Maria? Kita dapat belajar dari kepribadian dan imannya. Pada saat kekhawatiran pertama yang Maria hadapi, Ia  akan mengandung belum bersuami. Bukan sikap kepanikan atau penyangkalaan yang menjadi respon pertamanya. Tetapi Maria bertanya yang dia tidak paham, bagaimana itu dapat terjadi. Kata Maria kepada malaikat itu: Luk. 1:34 “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”

Luk 1:35 Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kau lahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah”.

Maria percaya bahwa dalam kuasa Roh Kudus, dia mau menerima tugas penyelamatan umat manusia. Dan sepanjang hidupnya Bunda Maria mau tetap berserah total sepenuhnya, terus percaya dengan penuh harapan, mengimani Allah karena kasih-Nya kepada Allah nenek moyangnya.

Dalam permenungan, saya melihat bagaikan Maria yang memiliki latar belakang sebagai manusia yang percaya kepada Allah dan dipersiapkan, kita pun telah dibebaskan dari dosa asal, dipanggil, dipersiapkan dan kita masih dapat bertanya yang kita tidak paham seperti Bunda Maria. Setiap hari dalam relasi kita dengan Tuhan, firman-Nya, gereja dan komunitas kita.

Saya sadar sebagai manusia betapa besar kelemahan saya yang berjalan setiap hari dalam kehidupan dengan berbagai macam kejadian, kondisi yang menimpa dan peristiwa-peristiwa yang tak terelakkan. Dasar kedaginganku sering muncul apakah itu rasa khawatir, tertekan, malu, takut, sedih, kecewa, benci, amarah dan lain-lain. Saya sungguh bersyukur diingatkan melalui Doa Malaikat Tuhan. Doa ini mampu menghibur, melepaskan dan menguatkan kembali. Doa ini selalu kembali menyadarkan arti Roh Kudus yang telah ada dalam diri saya. Saya merasa seperti Bunda Maria, ya aku ini hamba Tuhan.

Tetapi dapatkah saya juga berani mengatakan “terjadilah padaku menurut perkataan-Mu” dan benar-benar menjalani? Sebagaimana Bunda Maria dapat mengatakan dan menjalani semua tugas yang diberikan padanya sampai selesai dengan segala peristiwa dan kejadian yang harus dialami.  “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu”. Doa ini kembali membangkitkan dan menguatkan saya untuk berserah dalam kondisi di mana sudah tidak dapat bertahan, menentukan ataupun punya pilihan.

Semoga perjalanan hidup Maria bisa memberi kekuatan kita dalam menjalani hidup ini bersama dengan Roh Kudus. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin. (WYN)