Bersama Tuhan Mencari Yang Sesat

Renungan Selasa 11 Desember 2018

Bacaan: Yes. 40:1-11Mzm. 96:1-2,3,10ac,11-12,13Mat. 18:12-14

BERSAMA TUHAN MENCARI YANG SESAT

Dalam bacaan Injil hari ini Tuhan mengajarkan kepada kita untuk mempunyai kemauan, keberanian serta kepedulian kepada sesama, terutama yang sedang menjauh dari Gereja. Tuhan menginginkan kita berempati kepada sesama, seperti Tuhan sendiri yang sudah memberi teladan tentang bagaimana mengasihi sesama. Dalam hal ini digambarkan bahwa lebih bersukacita jika seekor domba yang tersesat itu bisa didapat kembali daripada yang 99 domba yang tidak hilang. Di sini jelas sekali bahwa hal ini menjadi prioritas Tuhan. Di mana Tuhan Yesus selalu merindukan semua yang telah percaya kepada-Nya selalu bisa berada bersama dengan Tuhan. Untuk itu marilah kita bekerja mewartakan Injil Tuhan, agar bukan kita saja yang selalu bersama dengan-Nya, tetapi semakin banyak lagi orang menerima Yesus dan menjadi percaya dan akhirnya diselamatkan.

Beberapa  Tahun yang lalu saya punya keinginan dan kerinduan agar umat di stasi saya bisa rukun dan semua semangat menggereja. Tetapi sangat sulit sekali, karena umat yang satu memandang dirinya lebih dari yang lain. Sehingga banyak umat yang meninggalkan Gereja. Saya ingin sekali mengunjungi mereka untuk mengajak mereka kembali ke Gereja. Tetapi kedatangan saya justru membuat mereka semakin jauh. Saat itulah saya sadar bahwa saya hanya mengandalkan diri saya sendiri. Setelah saya berdoa mohon kepada Tuhan agar mereka kembali bersekutu  sebagai anggota Tubuh Kristus, maka Tuhan mengizinkan saya ikut Kursus Evangelisasi Pribadi, di mana saya memperoleh pengajaran tentang bagaimana berteman dengan mereka agar bisa menyampaikan kabar gembira dari Tuhan. Setelah itu saya dalam pimpinan Roh Kudus mengunjungi mereka, dan banyak dari mereka yang mau kembali ke Gereja. Semua itu bisa terjadi karena peran Roh Kudus. Ternyata sukacita itu benar-benar nyata kita rasakan saat saudara kita yang tersesat akhirnya bisa kembali melayani.

Tuhan menghendaki agar di antara kita tidak ada satu pun yang boleh hilang. Maka kita sebagai perpanjangan Tuhan Yesus memiliki kewajiban untuk membawa kembali saudara saudari kita yang sedang meninggalkan Tuhan agar segera kembali kepada Tuhan Yesus dan memperoleh damai sukacita selalu. (FXG)