Beritakan Injil

Renungan Senin 3 Desember 2018, Pesta St. Fransiskus Xaverius

Bacaan: 1Kor. 9:16-19,22-23Mzm. 117:1,2Mrk. 16:15-20

BERITAKAN INJIL

Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya. (Mrk. 16:20)

Bacaan hari ini selaras dengan peringatan Pesta Santo Fransiskus Xaverius, seorang imam yang gigih dalam mewartakan Injil Kristus, seperti halnya Santo Paulus yang dengan penuh keyakinan berkata: “Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil” (1Kor. 9:16b).

Seperti para murid yang telah diutus Yesus sebelum terangkat ke Sorga, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.” (Mrk. 16:15), maka sebagai murid-murid Yesus, kita pun diutus untuk mewartakan Kabar Sukacita itu. Sebelum saya mengikuti kegiatan di Sentra Evangelisasi Pribadi (SEP), saya tidak pernah menyadari bahwa saya pun diutus untuk mewartakan Injil. Walaupun setiap selesai misa, saya selalu mendengar kata-kata Romo “pergilah engkau diutus” dan kita semua menjawab “amin”, kata-kata itu tidak pernah mempunyai makna lebih selain kata diutus pergi (artinya ya pergi pulang ke rumah).

Setelah belajar di SEP, saya baru tahu, bahwa setiap pribadi yang telah dibaptis mendapatkan tugas perutusan yang sama, yaitu kita diutus menjadi pewarta Kabar Sukacita. Lalu bagaimana kita dapat menjalankan tugas perutusan kita? Kita harus masuk ke dalam lingkungan kehidupan yang kita jalani setiap hari. Seperti Santo Paulus katakan, “Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka.” (1Kor. 9:22).

Jika kita ingin memenangkan orang-orang dalam Kristus, jangan menganggap diri kita lebih baik, lebih pintar, lebih suci, lebih terhormat dari orang lain. Namun kita harus bisa meletakkan diri kita sederajat dengan mereka, sama lemahnya, sehingga kita bisa memenangkan banyak jiwa bagi Kristus.

Semoga kita semua semakin mencintai Tuhan dan semakin menyadari tugas perutusan kita, dan semoga berkat Tuhan senantiasa melimpah dalam hidup, karya dan pelayanan kita, amin. (DLD)