Yesus dan Para Pendosa

Renungan Kamis 8 November 2018

Bacaan: Flp. 3:3-8a, Mzm. 105:2-7, Luk. 15:1-10

YESUS DAN PARA PENDOSA

Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: “Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka. (Luk. 15:2)

Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat. (Luk. 15:10)

Pernahkah kita merasa sebal atau marah dan kecewa melihat seseorang diperlakukan dengan lebih baik dari yang kita duga – karena menurut ukuran kita orang tersebut tidak layak mendapatkan perlakuan baik tersebut? Demikianlah yang terjadi, para ahli Taurat dan orang Farisi sangat tidak suka pada Yesus karena DIA melakukan sesuatu di luar kebiasaan yaitu berada bersama-sama dengan para pendosa dan memperlakukan mereka bagaikan teman bahkan mungkin seperti sahabat; bahkan makan bersama mereka.

Memandang orang lain dengan belas kasih atau merendahkan – dengan lemah lembut atau dengan sikap kasar?

Para pendosa dan orang-orang yang terpinggirkan mendekati Yesus untuk mendengarkan DIA berbicara tentang belas kasih Allah dan hidup baru dalam Kerajaan Allah. Dua cerita yang disampaikan merupakan tanggapan Yesus terhadap pertanyaan orang Farisi untuk mengetahui bagaimana mereka akan bersikap.

Mencari dan menemukan yang hilang.

Apa pesan penting dari cerita tentang domba dan koin yang hilang? Seorang gembala selalu menghitung domba mereka di akhir hari untuk memastikan semua domba tetap ada dalam kawanannya mengingat bahwa domba yang terpisah dari kawanannya akan mudah bingung dan panik. Wanita yang kehilangan koin tersebut pasti akan sangat cemas karena nilai sebuah koin pada zaman itu sama dengan upah sehari seorang pria yang bekerja. Karena mereka bukanlah keluarga berada – rumah tangga wanita ini pasti akan mengalami kesulitan bila koin itu tidak ditemukan.

Kesedihan dan kecemasan seketika berubah menjadi sukacita pada saat domba dan koin berhasil ditemukan. 

Membawa mereka yang terhilang kembali ke komunitas.

Baik si gembala maupun si wanita berhasil menemukan kembali milik mereka yang hilang; dan dengan penuh sukacita mereka menceritakannya kepada orang-orang di sekitar mereka. Seluruh isi surga akan bersukacita bila ada seorang pendosa bisa kembali bersatu dengan Allah. 

Sekarang ini, mereka yang terjun merangkul kembali para pendosa inilah yang sangat diperlukan – hal ini mengingatkan saya akan FOR SINNERS dari buku Misi Evangelisasi bab V dan bab VI.  Pengalaman saya mengajak sebuah keluarga untuk kembali mencintai Tuhan bukanlah perkara yang mudah. Satu tahun saya bergumul melakukan pendekatan kepada mereka – akhirnya saya menyerah kepada Roh Kudus dan membiarkan Roh Kudus membuka hari mereka. Saat ini istri sudah menyelesaikan kelas Pemuridan dan akan lanjut ke OIKOS, suami sudah mau kembali ke gereja dan aktif dalam kegiatan di paroki.

Doa: Tuhan Yesus, biarlah terang-Mu menggantikan kegelapan sehingga mereka yang hilang dapat ditemukan dan dipulihkan. Biarlah sinar-Mu menerangi kami agar dunia dapat melihat kasih-Mu, kebenaran dan harapan serta damai sejahtera yang hanya berasal dari-Mu saja di dalam hidup kami. Mampukan kami untuk tidak meragukan kasih-Mu dan mengecilkan belas kasih yang Engkau berikan kepada kami. Penuhi kami dengan kasih yang mengubahkan agar kami pun dapat menjadi semakin serupa dengan Engkau yang senantiasa penuh dengan belas kasih. Amin. (MM)