Siap Sedia

Renungan Jumat 16 November 2018

Bacaan: 2Yoh. 4-9Mzm. 119:1,2,10,11,17,18Luk. 17:26-37

SIAP SEDIA

Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya. (Luk. 17:30)

Bacaan Injil hari ini memuat nubuat akan adanya pemusnahan dan pemisahan pada akhir zaman waktu kedatangan Anak Manusia yang ke dua kalinya. Banyak hal yang semula ada, akan lenyap. Banyak pihak yang semula bersatu akan berpisah.   

Yang akan musnah adalah segala hal yang duniawi misalnya: makan minum, kawin dikawinkan, membeli dan menjual, menanam dan membangun. Yesus mengambil kisah Perjanjian Lama dua peristiwa dahsyat di masa lalu yaitu banjir besar pada zaman Nuh dan hujan api disertai belerang pada zaman Lot. Banyak yang meninggal karena banjir besar dan hancurnya Sodom. Tetapi Tuhan menyelamatkan orang-orang baik dan saleh yang setia kepada Tuhan. Mereka adalah keluarga Nuh serta Lot sekeluarga.

Banjir besar dan musnahnya Sodom merupakan gambaran akhir zaman. Tuhan Yesus mengingatkan supaya kita tidak terlena hanya membangun tempat kediaman tetap di dunia ini dan mengabaikan pembangunan kehidupan yang akan datang, karena kita akan menuju ke kehidupan yang lain. Kehidupan di dunia ini hanya sementara waktu saja. Hidup kita mengarah ke akhir zaman. Peristiwa itu bisa terjadi secara kolektif bisa juga secara individu dalam wujud kematian. Semua orang akan mengalaminya. Kita tidak perlu gentar akan situasi akhir zaman jika kita sudah memiliki tanda-tanda Kerajaan Allah dalam diri kita. Sebagai murid Kristus, yang perlu kita lakukan ialah berjaga-jaga selalu dalam terang Injil Tuhan. Inilah yang perlu kita perjuangkan dan bagikan kepada sesama.   

Apakah kita selalu siap sedia menyambut kedatangan Tuhan setiap saat, ataukah kita seperti orang-orang di zaman Lot dan Nuh yang hanya sibuk dengan duniawi tanpa peduli akan datangnya Kerajaan Allah dan akhir zaman?    

Hal ini terjadi ketika merenovasi bagian belakang bangunan rumah. Kami sekeluarga sibuk sehingga tidak ada waktu untuk doa bersama, saat teduh dengan Tuhan, misa harian maupun peduli dengan tetangga yang terganggu kebisingan di rumah kami. Setelah pembangunan hampir selesai pun kami masih disibukkan dengan rencana syukuran dan lain-lain yang menyertainya. Melalui Injil hari ini, Roh Kudus mengingatkan saya untuk selalu siap sedia dan memiliki relasi yang terjaga dengan Tuhan sesibuk apapun kita.

Doa: Tuhan Yesus, hari ini Engkau menyadarkanku akan kefanaan dunia ini. Ajari aku agar senantiasa bertekun mengais mutiara-mutiara surgawi di tengah padang gurun kehidupan sehari-hari. Semoga aku memasuki saat kematianku sebagai hamba-Mu yang setia dan Engkau menjemputku bagaikan seorang sahabat. Amin. (LKM)