Rumah Doa

Renungan Jumat 23 November 2018

Bacaan: Why. 10:8-11Mzm. 119:14,24,72,103,111,131Luk. 19:45-48

RUMAH DOA

Kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.” (Luk. 19:46)

Melalui Injil hari ini, Tuhan Yesus menegaskan kepada semua orang bahwa Bait Allah adalah rumah Allah dan rumah doa bagi orang-orang beriman. Bait Allah adalah tempat kudus dan suci di mana Allah menjalin relasi yang intim dengan umat-Nya. Di dalam rumah doa inilah firman Tuhan diperdengarkan dan direnungkan.

Karena itulah ketika Tuhan Yesus tiba di Yerusalem dan masuk ke dalam Bait Allah, Dia merasa kecewa melihat para pedagang menjadikan Bait Allah sebagai ajang bisnis. Tuhan Yesus mengusir orang-orang yang mengubah fungsi Bait Allah dari rumah Allah menjadi ajang mencari keuntungan, Tuhan Yesus ingin mengembalikan Bait Allah ke fungsi yang semula.

Demikian juga dengan gereja kita, sebagai umat Katolik kita harus bisa menempatkan gereja kita sebagai tempat yang suci dan kudus karena gereja adalah tempat perjumpaan kita dan saudara-saudara seiman kita dengan Allah Bapa.

Sahabat-sahabatku, di saat kita menerima sakramen baptis saat itulah Allah Roh Kudus tinggal di dalam bait/tubuh kita dan menyucikan kita dari segala dosa. Karena itu kita harus bisa menjaga dan mengembangkan rahmat baptis yang diberikan pada kita agar rahmat itu bisa terbumbuh dalam bait kita dan melayakkan kita menjadi murid-murid Kristus dan anak-anak Allah. Semoga Roh Kudus membersihkan hati dan pikiran kita agar tidak dikotori oleh dosa, agar bait kita menjadi kenisah Allah yang hidup.

Marilah kita membuka hati untuk Tuhan, agar Allah berkenan menjadikan tubuh kita Bait Allah yang kudus. Dengan hadirnya Allah di dalam diri kita, maka kita akan senantiasa terbuka bagi sesama dan mampu melakukan kebaikan-kebaikan terhadap sesama.

Melalui ketaatan dan kesetiaan kita kepada Allah, kita jaga bait kita agar menjadi rumah doa dan rumah kediaman Allah untuk selama-lamanya. Amin. (TFK)