Memerintah Bersama Allah

Renungan Minggu 25 November 2018, HARI RAYA TUHAN KITA YESUS KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM

Bacaan: Dan. 7:1-27 atau Why. 1:4-6,10,12-18; 2:26,28; 3:5,12,20-21

MEMERINTAH BERSAMA ALLAH

Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya. (Why. 3:21)

Hari ini adalah peringatan Hari Raya Tuhan kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam. Bacaan hari ini menyadarkan saya bahwa Tuhan Allah adalah Alfa dan Omega. Dia yang mengawali segala ciptaan-Nya dan Dia pula yang akan mengakhiri semuanya pada akhir zaman (Why. 1:8 “Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Maha kuasa.”).

Dan janji-Nya kepada umat pilihan-Nya pada akhir zaman adalah duduk bersama di atas takhta dan memerintah bersama Dia (Why. 3:21). Wow.. Dia akan memberikan sebuah mahkota kemuliaan kepada barangsiapa yang “menang”. Yesus pun duduk memerintah bersama Allah setelah ia memenangkan kehendak Allah dalam diri-Nya, yaitu salib yang harus Ia pikul dan ketaatan total untuk menyelamatkan umat manusia dari maut dan dosa.

Sering saya masih lebih memilih tinggal dalam zona nyaman daripada memikul salib. Memilih apa yang saya mau lakukan daripada mencari kehendak Tuhan. Tuhan ingin agar saya membawa sebanyak-banyaknya orang menjadi pemenang, Tuhan ingin agar saya menjadi pewarta kabar baik dengan cara-Nya, bukan dengan cara saya sendiri atau cara komunitas saya, yang nyaman bagi saya dan yang saya sukai.

Untuk menjadi pemenang di akhir zaman dan menerima janji-Nya yaitu duduk di atas takhta dan memerintah bersama Dia, maka saya harus bertobat meninggalkan cara-cara lama tersebut. Saya sungguh membutuhkan niat yang teguh, motivasi, urapan baru dan rahmat Tuhan.

Doa: Tuhan Yesus, bimbing dan urapi saya dengan Roh Kudus-Mu agar saya setia selalu mencari kehendak-Mu melalui doa dan lectio divina. Berilah semangat yang baru, hancurkan kekerasan dan kebebalan saya, usirlah kemalasan dan kesombongan saya. Kiranya saya boleh menjadi pemenang di saat semuanya yang fana ini berakhir. Amin. (PPT)