Masih Ada Harapan

Renungan Kamis 29 November 2018

Bacaan: Why. 18:1-2,21-23; 19:1-3,9aMzm. 100:2,3,4,5Luk. 21:20-28

MASIH ADA HARAPAN

Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.(Luk. 21:28)

Beberapa bulan yang lalu, daerah Lombok, Bali, Palu dan Donggala diguncang bencana alam yang meluluhlantakkan berbagai infrastruktur, rumah penduduk dan bahkan ribuan korban jiwa serta penderitaan manusia. Berhubung dengan segala sesuatu yang menimpa bumi dan kuasa-kuasa langit bergoncangan, serta kesesakan yang dahsyat menimpa mereka, banyak orang mengungsi untuk menyelamatkan diri ke pegunungan, ke kota yang lebih tinggi daratannya. Peristiwa ini sering dikaitkan dengan tanda-tanda akhir zaman, sehingga banyak orang mengalami perasaan takut, cemas, dan khawatir. Tidak ada seorang pun yang tahu kapan akhir zaman terjadi, namun itu merupakan realitas yang akan terjadi kelak.

Sebagai anak-anak yang sudah diselamatkan, ketika kita mengalami gelombang kehidupan, jangan melakukan kebodohan dengan menggerutu, atau menjauh dari Tuhan, bahkan menyalahkan Tuhan. Mari kita datang kepada-Nya dengan penuh iman masuk ke pelataran bait-Nya dengan memuji Dia dan bersyukur, datang kehadapan-Nya dengan sorak sorai, tetap beribadah kepada Tuhan dengan sukacita. Mengapa hal ini kita lakukan? Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya bahkan kesetiaan-Nya tetap turun temurun. Kita dijadikan oleh-Nya, dan milik kepunyaan-Nya, sebagai domba gembalaan-Nya.

Hari ini Tuhan juga mengajak kita untuk tetap teguh dan setia pada janji-janji-Nya, “Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya” (Luk. 21:27) dan ada harapan bagi orang percaya, ”Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.” (Luk. 21:28). Amin.

Tuhan yesus memberkati. (ECMW)