Kehidupan Kekal

Renungan Jumat 2 November 2018, PENGENANGAN ARWAH SEMUA ORANG BERIMAN

Bacaan: 2Mak. 12:43-46Mzm. 130:1-2,3-4,5-6a,6-7,81Kor. 15:12-34Yoh. 6:37-40

KEHIDUPAN KEKAL

Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman. (Yoh. 6:40)

Sehari setelah merayakan Hari Raya Semua Orang Kudus, Gereja Katolik mengajak umat untuk mengenang dan mempersembahkan doa atas nama semua orang beriman yang telah mendahului kita dengan harapan agar mereka pun dapat bergabung dengan para orang kudus di surga. Sebab bagi kita orang beriman, kematian bukanlah akhir dari segalanya. Karena dengan mengimani Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat serta setia menjalankan perintah-Nya, kita dapat memperoleh hidup yang kekal, dan dibangkitkan oleh-Nya di akhir zaman. Demikian yang terjadi sekalipun kita wafat, jiwa kita akan tetap hidup (Yoh. 11:25), karena dengan kebangkitan-Nya, Kristus telah menaklukkan kuasa maut.

Hari ini, di dalam Injil Yohanes 6:40 dengan sangat indah janji Tuhan memberikan pengharapan sekaligus juga mendorong kita agar tidak hanya memusatkan diri kepada hidup di dunia yang sementara, tetapi juga berlaku dan bersiap diri untuk kehidupan setelah dari dunia ini. Memang Tuhan menjanjikan hidup kekal di surga kepada yang percaya kepada-Nya, tetapi untuk memperoleh penggenapan janji-Nya itu, manusia harus tetap bekerja sama di dalam rahmat-Nya secara nyata dengan perbuatan kasih yang kita lakukan atas dasar iman kepada-Nya. Sebab perbuatan kasihlah yang menjadikan kita serupa dengan Allah yang Maha Kasih (1Yoh. 4:8).

Sayangnya, manusia memiliki keterbatasan dan kecenderungan berbuat dosa, ini yang membuat kita masih jatuh bangun. Maka kita menyadari bahwa dalam kehidupan ini belum sepenuhnya sempurna dalam kasih. Hal ini mungkin juga dialami oleh mereka yang telah mendahului kita. Betapa pun kita berharap bahwa mereka telah bersatu dengan Tuhan di surga, namun karena dalam keterbatasan, kita tidak dapat mengetahuinya dengan pasti.

Maka Gereja menganjurkan seluruh umat untuk mendoakan jiwa-jiwa tersebut, khususnya saat ini pada hari peringatan arwah semua orang beriman, juga di hari-hari selanjutnya, kita diajak untuk mendoakan terutama jiwa-jiwa yang telah mendahului kita, sebagai tanda kasih kepada mereka. Dengan melakukannya, ini pembuktian iman kita akan kehidupan kekal dan juga akan kuasa kasih Kristus yang melampaui maut, sehingga kita sebagai anak-anak-Nya, baik yang masih hidup, maupun yang telah meninggal, tetap terikat di dalam kasih Kristus sampai selama-lamanya.

amdg, vmg.