Bait Allah Yang Hidup

Renungan Jumat 9 November 2018, Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran

Bacaan: Yeh. 47:1-2,8-9,12Mzm. 46:2-3,5-6,8-91Kor. 3:9b-11,16-17Yoh. 2:13-22

BAIT ALLAH YANG HIDUP

Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: “Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan.” (Yoh. 2:16)

Shalom para sahabat yang dikasihi Tuhan, sekarang ini banyak orang yang menghancurkan dirinya dengan narkoba, seks bebas, dunia malam, bahkan sampai bunuh diri. 

Injil hari ini mengingatkan kita bahwa bagi Allah, tubuh manusia adalah Bait Allah. Yesus marah ketika melihat para pedagang berjualan di Bait Allah, karena bagi Yesus, Bait Allah adalah rumah Bapa yang harus diperlakukan dengan hormat dan layak.

St. Caesarius dari Arles mengatakan, “Sebelum dibaptis kita semua adalah kediaman setan, setelah dibaptis kita menjadi kenisah Allah yang hidup.”

Saya merenungkan, jika tubuh saya adalah Bait Allah maka saya harus merawat dan menjaganya karena Allah hadir dalam kehidupan saya. Saya harus merombak hati saya dan membiarkan Yesus melakukan hal-hal baru sesuai kehendak-Nya karena Dialah bait Allah yang hidup. Saya jatuh bangun berjuang untuk menjadi orang yang sabar dalam menghadapi hal yang tidak menyenangkan hati saya.

Doa: Tuhan Yesus, tolong hilangkanlah semua hal yang tidak baik dalam hidup saya dan curahkanlah Roh Kudus untuk memperbarui hidup saya, tambahkanlah iman saya dan mampukanlah saya menjaga bait Allah yang hidup dan yang kudus hanya demi kemuliaan-Mu. Terima kasih Tuhan Yesus. Amin. (MGND)