Tetap Menyala

Renungan Kamis 25 Oktober 2018

Bacaan: Ef. 3:14-21Mzm. 33:1-2,4-5,11-12,18-19Luk. 12:49-53

TETAP MENYALA

Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala! (Luk. 12:49)

Di dalam mengikut dan menjadi murid Yesus, ada harga yang harus dibayar, baik itu waktu, materi dan lain sebagainya. Apa yang menjadi sahabat bagi dunia ini menjadi permusuhan bagi Tuhan. Saat kita memutuskan untuk menjadi pengikut Kristus, maka kita harus membuang segala yang bertentangan dengan kehendak Tuhan, sehingga firman-Nya hari ini berkata: “Aku datang untuk melemparkan api.”

Mungkin kehidupan lama kita sering mencari sesuatu yang memuaskan hati atau hasrat kita, entah itu di dalam mengejar karir, mengejar kekayaan, bahkan mungkin hal sederhana kebiasaan kita membicarakan orang lain, dll.. Namun setelah kita mengenal kebenaran Tuhan, maka kita harus mengutamakan Tuhan di atas segalanya dan melakukan kehendak dan firman-Nya. Maka mulai banyak pertentangan tentang pandangan- pandangan kita dengan orang-orang di sekitar kita. Bahkan tidak jarang kita dijauhi dan tidak diterima lagi di tengah-tengah mereka, bahkan sering terjadi pula tidak diterima di keluarga kita.

Tetapi satu hal yang harus kita sadari, di saat kita dipanggil untuk menjadi murid-Nya, maka kita diminta untuk menjadi terang di tengah-tengah keluarga dan orang-orang di sekitar kita. Sehingga setiap orang akan melihat kemulian Tuhan melalui perbuatan kita.  

Beranikah kita memperjuangkan iman kita di saat orang-orang mulai banyak yang menjauhi kita? Kita harus tetap takut akan Tuhan, agar mata Tuhan tertuju pada kita, dan pengharapan kita hanya di dalam kasih-Nya (bds. Mzm. 33:18).

Doa: Tuhan yang maha kasih, biarlah kasih-Mu yang memberi kekuatan dan pengharapan di dalam aku mengarungi kehidupan ini, untuk menjadi saksi-Mu. Amin. (HFS)