Terdaftar Di Sorga

Renungan Sabtu 6 Oktober 2018

Bacaan: Ayb. 42:1-3,5-6,12-17Mzm. 119:66,71,75,91,125,130Luk. 10:17-24

TERDAFTAR DI SORGA

Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga. (Luk. 10:20)

Seringkali kita manusia membanggakan prestasi yang diraihnya. Kelompok 70 murid memberi laporan kepada Yesus bahwa mereka telah berhasil mengusir setan dan setan pun takluk kepada mereka. Namun Yesus tidak memuji, malahan menegur mereka.

Seringkali kita sebagai orang Kristen tidak luput dari membanggakan prestasi yang kita raih. Saya dahulu sebagai orang tua dari anak-anak yang masih kecil – bangganya luar biasa kalau kedua anak  saya lulus dengan nilai yang baik. Saya merasa tidak terima kalau anak-anak saya disaingi oleh anak-anak yang lain. Dan saya selalu mendoktrinasi mereka bahwa mereka harus mencapai nilai yang tertinggi. Yang bangga bukan mereka tetapi saya sebagai seorang ibu yang telah menggembleng mereka habis-habisan. Belum lagi dalam hal musik, anak saya yang kedua, perempuan, mulai dari kecil sampai SMP terus memenangkan piala-piala dalam pertandingan piano/musik.

Seperti murid-murid Kristus di atas, saya boleh bersukacita karena saya menjadi terkenal karena anak-anak saya yang selalu juara. Akhirnya saya mulai menyadari bahwa hal ini tidak benar, ketika anak saya yang kedua mengeluh kepada saya bahwa dia merasa tidak seperti anak-anak lain yang bebas ketika masih SD kelas II-III. Di sini saya menyadari bahwa selama ini saya telah memaksa anak saya untuk mencapai prestasi dengan jalan yang salah. Di sinilah Tuhan menegur saya. Saya segera minta ampun kepada Tuhan karena anak-anak saya sudah kelihatan mulai stres dan sejak itu saya belajar bersyukur kepada Tuhan atas kasih karunia-Nya.

Prestasi yang kita dapatkan tidak perlu dibangga-banggakan tapi harus ditanggapi dengan ucapan syukur bahwa semuanya hanya karena anugerah Allah. Kita diberi kuasa untuk menginjak-injak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh. Ular dan kalajengking dalam kehidupan saya adalah ambisi saya yang besar agar anak-anak saya berhasil dalam segala hal.

Dalam 1 Tim. 6:11 dikatakan: “Tapi engkau hai manusia Allah jauhilah semua itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelemah lembutan.”

Kita bukan hanya menjadi umat Allah tapi juga adalah ”manusia Allah” yang hidupnya diperbaharui sehingga tidak lagi menjadi sama dengan manusia duniawi. Orang yang memburu ketenaran, uang, akan melupakan ibadah dan akan menyimpang dari iman dengan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. Jadi secara rohani, hanya orang yang mengalami kelahiran baru dan beroleh keselamatanlah yang terdaftar di surga.

Doa: Tuhan sinarilah hamba-Mu dengan wajah-Mu. Ajarkan kepadaku kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik, supaya aku paham akan peringatan-peringatan-Mu. Demi Kristus Tuhan kami. Amin. (JHJ)