Siapkah Aku?

Renungan Selasa 23 Oktober 2018

Bacaan: Ef. 2:12-22Mzm. 85:9ab-10,11-12,13-14Luk. 12:35-38

SIAPKAH AKU?

Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka. (Luk. 12:37)

Dengen membaca perikop di atas, jelas sekali apa yang Tuhan kehendaki bagi hidup kita. Tinggal kita masuk dalam permenungan diri ‘Siapkah aku? Apakah aku mempunyai minyak dalam jumlah yang cukup sehingga pelitaku tetap menyala? ‘

Orang-orang pada zaman Yesus sangat mengetahui apa artinya untuk selalu mengambil sikap waspada, selalu berjaga-jaga. Para penjaga kota dan ronda malam harus selalu berjaga-jaga, siap untuk menghadapi bahaya macam apa pun yang datang mengancam.

Memang kita sekarang berada dalam zaman yang sangat berbeda. Dalam kehidupan perkotaan besar, banyak tugas berjaga-jaga dan menjaga keamanan lingkungan sudah diberikan kepada para profesionalnya seperti satpam, hansip dan lain sejenisnya.

Namun sebagai umat beriman kita dipangggil, malah dituntut, untuk menjaga berbagai warisan yang kita peroleh dalam Yesus Kristus.

Musuh-musuh kita adalah:

  1. Nilai-nilai keduniawian yang menitikberatkan kenikmatan badani (konsumerisme, hedonisme, materialisme dan lain-lainnya)
  2. Kecenderungan untuk memilih hal-hal yang disebut dalam butir satu (1) di atas
  3. Iblis dan roh-roh jahat pengikutnya, yang terus-menerus menggoda kita agar menyimpang dari jalan lurus Allah.

Banyak sekali yang termasuk di dalamnya, seperti keserakahan, keinginan untuk tampil dan dihormati, hal yang lagi tren saat ini yaitu sebagai penyebar hoaks atau berita kebohongan dan masih banyak lagi lainnya.

Untuk hal yang tersebut di atas, Kitab Suci mengingatkan kita: “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu bahwa semua saudara seimanmu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama” (1Ptr. 5:8-9). Iblis dan roh-roh jahat pengikutnya terus mencari peluang untuk menjungkir-balikkan posisi kita yang penuh kepercayaan kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita.

Si Jahat dan pasukannya terus berupaya untuk mengaburkan memori kita akan karya-indah Allah dalam hidup kita pada waktu-waktu sebelumnya. Di hadapan ancaman-ancaman sedemikian, Yesus meminta kita untuk berjaga-jaga. Dia mengingatkan kita untuk bersiap-siap akan kedatangan-Nya untuk kedua kali ke dunia. Berjaga-jaga bagi kita berarti kita berpikir tentang apa yang akan terjadi bagi diri kita di masa depan. Berjaga-jaga berarti sadar akan kebenaran dalam arti kita berani untuk mengatakan Ya atau Tidak. Kita mengatakan Ya untuk hal yang baik dan Tidak untuk hal yang jahat.

Tampaknya  dunia kita akhir-akhir  ini disuguhi dengan begitu banyak kekerasan dan penderitaan. Perang, bencana alam, tindak kejahatan, sakit penyakit bahkan kematian mendadak dan masalah-masalah sosial lainnya kerapkali membawa manusia pada penderitaan.

Bacaan Injil hari sangat jelas pesannya. Yesus mengumpamakan Kerajaan Allah seperti para hamba yang berjaga menantikan tuannya yang sedang menghadiri pesta perkawinan. Berjaga-jaga menantikan kehadiran Tuhan dengan senantiasa berbuat baik adalah salah satu keutamaan murid Kristus. Dalam perumpamaan sangat jelas, mereka yang terlebih dahulu siap dan mau berjaga-jaga akan senantiasa mendapat tempat dalam pesta perkawinan (Kerajaan Allah). Berjaga-jaga di sini mempunyai arti bersiap-siap sekaligus waspada dan peduli kepada orang lain.

Dalam bacaan Injil hari ini dikatakan bahwa ‘Hendaklah pinggangmu tetap terikat….” Apa gunanya ikat pinggang? Jawaban cepat dan spontan yang akan kita lontarkan adalahuntuk menahan celana agar tidak melorot”.

Sikap dan tindakan yang harus kita lakukan agar pinggang kita tetap terikat dan selalu waspada serta berjaga-jaga, yaitu dengan:

  1. Tekun berdoa
  2. Tekun membaca Firman Tuhan
  3. Tekun bersekutu dan beribadah dengan benar menurut Tuhan Yesus
  4. Tekun bersaksi tentang kasih Tuhan yang kita alami

Doa: Tuhan Yesus, ajarkan kami untuk selalu berjaga-jaga dan waspada. Bagaimana kami harus bersikap dan bertindak dalam hidup sehari-hari, sehingga kami selalu siap menghadapi apapun yang terjadi dalam kehidupan kami. Amin.

Kasih dan berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin. (VRE)