Menilai Zaman

Renungan Jumat 26 Oktober 2018

Bacaan: Ef. 4:1-6Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6Luk. 12:54-59

MENILAI ZAMAN

Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini? (Luk. 12:56)

Kita pandai sekali melihat tanda-tanda alam di sekitar kita dan menafsirkan apa yang akan terjadi. Tanda-tanda itu akan memberi petunjuk kepada kita akan keadaan alam yang akan terjadi. Seperti dikatakan awan naik merupakan tanda akan hujan dan ketika angin selatan bertiup maka akan panas terik, dan memang hal itu terjadi.

Bagaimanakah dengan menilai zaman di mana kita hidup saat ini? Di mana dengan kemajuan teknologi komunikasi saat ini manusia merasa dapat mengatasi segala masalah dalam hidupnya hanya dengan memegang gawai yang berisi banyak informasi dan menjanjikan banyak kemudahan dalam waktu singkat. Hal ini menjadikan manusia semakin merasa tidak membutuhkan adanya kehadiran Tuhan dan sesama dalam hidupnya.

Ini merupakan keprihatinan bagi kita di zaman ini. Kita diajak semakin bijaksana dalam menilai zaman ini. Tidak hanya menghakimi kehidupan zaman ini tetapi melalui perumpamaan di atas kita diajak untuk melakukan sesuatu bagi keluarga, bagi komunitas, bagi lingkungan, bagi paroki di mana kita berada agar mengalami pembaruan hidup. Hidup yang dipimpin oleh Allah Bapa sendiri.

Yang perlu kita perhatikan adalah bahwa setiap kejadian-kejadian yang ada merupakan salah satu cara Allah berbicara kepada kita untuk kita lakukan. Mari kita melaksanakan perintah Tuhan dengan melaksanakan Amanat Agung, dengan menjadikan semua bangsa murid-Nya, agar banyak jiwa-jiwa diselamatkan melalui hidup, perkataan dan perbuatan kita.

Doa: Allah Bapa yang pengasih dan penyayang, jangan biarkan hidup kami hanya menjadi orang yang mudah menghakimi orang lain tetapi kami pun sudi menjadi garam dan terang bagi sesama, terutama mereka yang terdekat dalam hidup kami. Mampukan kami untuk menjadi tabernakel-Mu yang membawa orang untuk mengalami perjumpaan dengan-Mu melalui hidup kami. Amin. Tuhan memberkati. (IPJ)