Memberi Pengaruh, Menjadi Berkat

Renungan Selasa 30 Oktober 2018

Bacaan: Ef. 5:21-33Mzm. 128:1-2,3,4-5Luk. 13:18-21

MEMBERI PENGARUH, MENJADI BERKAT

Biji itu tumbuh dan menjadi pohon dan burung-burung di udara bersarang pada cabang-cabangnya. (Luk. 13:19b)

Pohon yang digambarkan dalam bacaan ini dikatakan, setelah ia besar banyak burung bersarang padanya. Tuhan pun menginginkan hidup kita seperti itu. Yesus dalam konteks penyampaiannya mengatakan bahwa biji sesawi ditaburkan orang di ladang dan ia tumbuh menjadi pohon.

Dalam diri kita telah tertabur banyak benih firman, tetapi sudahkah benih firman tadi berkembang menjadi sesuatu yang baik, yang memberkati orang lain, seperti pohon tadi memberkati (menjadi pelindung) burung-burung. Ataukah firman itu menjadi semak belukar, tumbuh, tapi menghimpit orang lain?

Menjadi berkat bagi orang lain, bukan hanya berarti memberi barang-barang kebutuhan, tetapi terlebih suatu penerimaan yang tulus, kasih dan toleransi yang dalam, kata-kata yang membangun dan melegakan.

Supaya setiap kata dan perbuatan kita menjadi berkat, kita perlu mengeluarkannya dari hati yang baik, yang dipenuhi kasih dari firman Tuhan. Dengan demikian hidup kita memberi pengaruh/dampak yang positif bagi sekeliling kita; menghibur, meneguhkan, memberi damai dan kelegaan.

Akhir-akhir ini, kita diperlihatkan dengan keadaan negeri kita yang banyak sekali kata-kata kebencian dan penghakiman yang terasa kejam menghujam. Maka kita yang sudah mendapatkan benih firman, hendaknya kita bisa menjadi berkat bagi bangsa ini.

Hai, anak-anak Tuhan, mampukah kau menjadi pohon yang melindungi burung-burung; menjadi sumber keteduhan bagi setiap hati yang membutuhkan? Marilah menghadirkan Kerajaan Allah yang dipenuhi pohon cinta kasih dari Allah sendiri.

Doa: Tuhan, bimbing aku dan mampukan aku menjadi berkat bagi sesamaku. Amin. (HLK)