Malaikat Pelindung

Renungan Selasa 2 Oktober 2018, Peringatan Wajib Para Malaikat Pelindung

Bacaan: Kel. 23:20-23a; Mzm. 91:1-2,3-4,5-6,10-11; Mat. 18:1-5,10

MALAIKAT PELINDUNG

sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. (Mzm. 91:11)

Saya sungguh bersyukur ketika mendengarkan firman Allah hari ini, di mana Allah Bapa kita yang penuh kasih sangat peduli dengan kita semua (Mzm. 91:2-11). Dia sangat memperhatikan kita semua dan setiap manusia. Salah satu buktinya, Allah memerintahkan para malaikat-Nya untuk menjaga, melindungi dan melayani kita semua.

“Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan.” (Kel. 23:20)

sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. (Mzm. 91:11)

Meskipun Alkitab tidak mencatat dengan jelas asal mula malaikat ataupun tidak memerinci secara jelas kapankah mereka diciptakan, namun mereka bukan suatu makhluk yang tiba-tiba muncul. Malaikat diciptakan dalam rupa roh (Ibr. 1:14). Mereka tidak mempunyai tubuh jasmani, walaupun dalam penugasan tertentu dari Allah, malaikat bisa memakai rupa manusia. Dan yang pasti, malaikat itu ada sebelum Adam dan Hawa diciptakan.

Sebagai orang Kristiani, kita semua mempunyai malaikat pelindung (Mat. 18:10). Malaikat pelindung adalah satu malaikat khusus yang ditugaskan untuk menjaga dan menemani kita semua sepanjang hidup kita.

Kembali ke firman Allah hari ini. Ayat dari Mzm. 91:11 ini seringkali saya pakai dalam doa memohon perlindungan Tuhan, ketika saya atau para kerabat saya atau para sahabat saya sedang bepergian dalam rangka tugas pekerjaan, pelayanan atau urusan keluarga. Saya sungguh banyak mengalami perlindungan Allah melalui malaikat-Nya dan itu sungguh nyata.

Salah satu pengalaman yang terjadi pada diri saya, ketika seorang pengendara motor yang berpapasan jalan dengan saya jatuh karena menyenggol mobil di depannya. Ia terjatuh di depan mobil saya. Puji Tuhan, saya tidak menabrak dirinya karena saya berhasil mengerem mobil saya. Motornya jatuh di sebelah kiri mobil saya. Namun kemudian, ia bangkit, marah-marah dan menggebrak-gebrak mobil saya. Ia menuduh saya menabrak dirinya.

Dalam situasi tegang dan mencekam, Tuhan mengirimkan malaikat untuk menolong diri saya. Seorang bapak menghentikan emosi pemuda itu. Bapak itu mengatakan bahwa dia jatuh sendiri dan saya tidak menabrak dirinya. Bahkan bapak itu menyuruh dia lebih meminggirkan motornya yang sedikit menghalangi mobil saya, dan meminta saya melanjutkan perjalanan.

Bila saya mengingat peristiwa itu, terutama mengapa pemuda itu mau menurut permintaan bapak itu untuk lebih meminggirkan motornya, saya senantiasa diingatkan akan malaikat-Nya yang menjaga dan melindungi saya dan Ibu Bapak semua.

Allah Bapa di Surga, saya bersyukur karena Engkau memberikan malaikat-Mu untuk menjaga saya dan setiap orang di dalam setiap perjalanan. Ingatkan terus diri saya, ya Allah, supaya saya dapat senantiasa memohon Engkau mengirimkan malaikat-Mu untuk menjaga saya, para kerabat dan para sahabat saya ketika melakukan perjalanan, baik karena tugas ataupun keperluan pribadi. Amin. (SET)