Kuat Bersama-Mu

Renungan Jumat 12 Oktober 2018

Bacaan: Gal. 3:7-14Mzm. 111:1-2,3-4,5-6Luk. 11:15-26.

KUAT BERSAMA-MU

Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya, dan mereka masuk dan tinggal di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. (Luk. 11: 26)

Injil hari ini berbicara antara kuasa Allah dan kuasa Iblis. Realita iblis itu ada, nyata, punya pengaruh, merongrong siapa pun. Kita tahu bahwa iblis licik, tak pernah tinggal diam dan terus-menerus dengan segala cara berusaha mencengkeram kita kembali menjadi bagiannya walaupun kita telah berusaha bertobat.                                                       

Sebagai seorang yang telah dibaptis, kita perlu menyadari bahwa Tuhan telah memberi kita kuasa untuk mengalahkan dosa dan setan karena dalam pembaptisan kita telah memutuskan dengan tegas untuk menolak dosa dan setan. Kita juga perlu meyakini bahwa ketika iblis berhadapan dengan Yesus, ia tak berdaya. Maka jika kita tidak ingin menjadi budak iblis yang kerap membuat kita egois, marah, iri, jatuh dalam dosa selingkuh, fitnah, cekcok terus-menerus, hilang penguasaan diri, ketakutan dan khawatir tak beralasan, kita harus lebih dalam lagi bersatu dan mengimani Yesus.

Hal ini pernah terjadi di kala usia pernikahan dan hidup rohani kami masih muda. Waktu itu, kewajiban agama (khusus ke gereja) saya jalani hanya sekedar memenuhi kewajiban dengan pengertian agar tidak berdosa. Kehidupan rohani yang suam-suam kuku berimbas pada kehidupan rumah tangga. Kami berdua masing-masing tidak ada yang mau mengalah, merasa benar sendiri. Kehadiran iblis dalam kehidupan rumah tangga adalah potensi kerusakan iman. Perjalanan hidup kami makin menjauh dari Tuhan. Namun Tuhan Yesus  sungguh-sungguh amat baik, di puncak kepanikan melalui badai kehidupan rumah tangga, Roh Kudus mengingatkan kami bahwa kami yang telah dibaptis mempunyai daya untuk mengalahkan godaan setan yang tampak menarik dan kelihatannya baik.

Uluran tangan dan doa Bunda Maria memampukan kami mengatasi iblis dengan kuasa Allah dan menghadirkan Kerajaan Allah. Suasana damai di rumah tangga kami berangsur-angsur terwujud, kasih mewarnai hidup kami kembali. Apalagi setelah hati kami cair, dengan mengikuti komunitas iman terutama Sentra Evangelisasi Pribadi (SEP). Perjuangan mengatasi kuasa iblis sungguh mendatangkan suka cita sejati.                                                                                                                    

Doa: Tuhan Yesus yang Maha Kuasa, semakin aku mendekat pada-Mu semakin aku merasa diteror oleh setan dengan kejadian-kejadian yang tidak aku mengerti. Tuhan, berikanlah aku iman untuk percaya bahwa hanya bersama-Mu aku dapat bertahan dan menang. Bunda Maria bunda pelindungku, doakanlah kami. Salam Maria (3x). Amin. (LKM)