Janji Tuhan Ya dan Amin

Renungan Sabtu 13 Oktober 2018

Bacaan: Gal. 3:22-29Mzm. 105:2-3,4-5,6-7Luk. 11:27-28

JANJI TUHAN YA DAN AMIN

Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah. (Gal. 3:29)

Saya mempunyai seorang tante yang tinggal di Jakarta. Beliau dibaptis sekitar usia 40 tahun. Semenjak itulah kehidupan kristiani tante saya mulai bertumbuh. Beliau tidak menikah dan semenjak ditinggal mamanya (nenek saya), tante saya tinggal sendirian. Kadang saya agak mengkhawatirkan hidupnya karena beliau hidup sendirian di Jakarta yang penuh dengan tantangan dan rasa tidak aman. Saya berdoa untuk tante saya dan janji Tuhan ya dan amin. Dalam Matius 6:26 burung pipit saja dipelihara oleh Tuhan, terlebih manusia yang diciptakan untuk dikasihi Allah pasti akan dipelihara-Nya.

Suatu hari mobil tante saya rusak dan harus masuk bengkel. Tante saya mencari-cari bengkel dan akhirnya menemukan sebuah bengkel dan bertemu dengan seorang pemuda remaja yang bekerja pada bengkel tersebut. Singkat cerita dari situ timbul pertemanan dan akhirnya tante saya memutuskan untuk mengangkat anak, sang pemuda remaja tersebut. Bahkan kemudian pemuda ini dinikahkan dan dibelikan rumah di dekat rumah tante saya. Menjelang usia tante yang makin lanjut, pemuda yang sudah menjadi ayah dari dua anak dan sukses dengan karirnya, tetap setia memelihara tante saya seperti mama kandungnya sendiri. Tante saya dipindah ke rumahnya sendiri agar supaya lebih mudah mengawasi dan memelihara tante. Sampai tante saya menghembuskan napas di kamar tidurnya tanpa sakit dalam usia 80 tahun, kemudian dimakamkan secara katolik dengan baik oleh anak angkatnya tersebut (pemuda ini non-katolik).

Sahabat-sahabat yang dikasihi Tuhan, Pemeliharaan Tuhan sungguh sempurna, janji Tuhan ya dan amin dalam setiap orang yang percaya dan meminta kepada-Nya. Janji Tuhan yang tertulis dalam surat cinta-Nya (Kitab Suci), ibarat seperti uang cek yang belum dicairkan, belum bisa kita nikmati kalau hanya dalam bentuk selembar kertas cek. Namun janji Tuhan akan bekerja secara luar biasa, ada kuasa yang dicurahkan apabila kita percaya total dengan sepenuh hati bahwa janji Tuhan itu akan terjadi, ibaratnya seperti uang cek yang sudah dicairkan bisa langsung digunakan belanja sesuai kebutuhan kita.

Mari kita tidak hanya sekedar membaca janji Tuhan dan melupakannya, tetapi memeliharanya yaitu dengan merenungkannya dan sungguh percaya bahwa setiap firman Tuhan tidak akan kembali dengan sia-sia tetapi akan melaksanakan apa yang Tuhan kehendaki dan berhasil (Yes 55:11 “Demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku; ia tidak akan kembali kepadaku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.”)

Dan janji Tuhan bahwa kita akan berbahagia jika kita mendengarkan firman Allah dan memeliharanya (Luk. 11:28). Kekayaan, popularitas, apa yang kita miliki bukanlah jaminan kebahagiaan. Banyak artis yang bunuh diri setelah mendapatkan segala-galanya. Namun jika kita percaya dan melaksanakan firman Tuhan maka semua iri hati, dendam, amarah dan belenggu dosa dan kejahatan akan dipatahkan dan tidak menguasai kita lagi. Sehingga kita dengan rahmat-Nya sanggup mengampuni, mengendalikan diri, hidup dalam persaudaraan sejati dengan sesama dan itulah kebahagiaan yang sejati, yaitu Allah hidup dan menjadi pusat dalam hidup kita. Tuhan memberkati.

-ppt-