Duduk Diam di Kaki Tuhan

Renungan Selasa 9 Oktober 2018

Bacaan: Gal. 1:13-24Mzm. 139:1-3,13-14ab,14c-15Luk. 10:38-42

DUDUK DIAM DI KAKI TUHAN

Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya. (Luk. 10:39)

Sabda Tuhan hari ini menampilkan Yesus sebagai tamu di rumah Marta dan Maria. Sebagai tuan rumah, Marta dan Maria menampilkan dua sikap yang berbeda. 

Marta berusaha menjamu tamunya dengan sibuk melayani Yesus. Ia khawatir terhadap bermacam-macam hal dan lupa untuk mendengarkan Yesus. Ia lebih mementingkan soal makanan dan minuman untuk Yesus. Ia kurang mau mendengarkan Yesus, sehingga juga tidak tahu apa yang diinginkan Yesus. Marta adalah orang yang punya keinginan baik, tetapi salah menafsirkan kehendak Tuhan.

Dalam hidup sehari-hari, tak jarang kita pun bertindak seperti Marta. Terlalu banyak kegiatan dan aktivitas yang harus kita kerjakan. Akibatnya kita lupa menyediakan waktu untuk Tuhan.

Sedangkan Maria memberikan perhatian kepada apa yang dikatakan sang tamu. Ini pun sangat baik, karena sikap itu akan membuat seorang tamu merasa didengarkan dan dihargai. Yesus memuji sikap Maria itu.

Dua sikap yang ditampilkan Marta dan Maria itu tidak ada yang salah, Yesus juga tidak menyalahkan Marta. Hanya saja apa yang dilakukan Marta bukanlah hal yang terpenting saat itu. Sebenarnya Yesus lebih suka Marta duduk dan terlibat dalam percakapan yang intim dengan-Nya. Tuhan Yesus tidak ingin Marta kehilangan apa yang menjadi “bagian yang terpenting” dalam relasi mereka.

Dari sabda Tuhan hari ini, Tuhan mau mengingatkan kita bahwa seaktif apapun kita dalam karya pelayanan, Tuhan ingin agar kita terlebih dahulu duduk mendengarkan-Nya.

Seorang kristiani sejati harus memiliki relasi yang intim dengan Tuhan. Relasi yang akrab dengan Yesus menjadi tuntutan. Keakraban itu terwujud dalam doa dan terbukti dalam keheningan untuk mendengarkan kehendak Allah.

Seorang kristiani diingatkan bahwa pelayanan terhadap sesama, bisa jadi bukan kasih yang sesungguhnya bila tanpa doa. Itulah sebabnya Maria dipuji karena lebih memilih bagian yang terbaik yang tidak akan diambil dari padanya.

Kita semua diundang untuk membangun relasi intim dengan Yesus, memberi waktu terbaik untuk berdoa dan merenungkan sabda Tuhan. Dengan demikian setiap pekerjaan dan pelayanan yang kita lakukan mengalir dari relasi kita yang mendalam dengan Yesus. Jika tidak, semua hanya sekedar aktivitas tanpa makna.

Apakah kita sudah memberikan waktu terbaik untuk Tuhan dalam doa dan keheningan?

Ya Tuhan, ajarilah kami duduk diam untuk mendengarkan-Mu, ajarilah kami untuk melayani dengan tulus, gembira, tanpa pamrih dan tanpa mengeluh dan jangan sampai kami hanya menyalahkan orang lain. Amin. (MLEN)