Dipimpin Roh Allah

Renungan Rabu 17 Oktober 2018, Peringatan Wajib St. Ignatius dr Antiokhia

Bacaan:  Gal. 5:18-25Mzm. 1:1-2,3,4,6Luk. 11:42-46

DIPIMPIN OLEH ROH ALLAH

Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh. (Gal. 5:25)

Beberapa hari yang lalu, kita terhenyak mendengar berita salah seorang aktivis mengatakan kebenaran tentang apa yang dilakukannya sehubungan dengan kebohongan yang dikatakannya. Reaksi seluruh masyarakat Indonesia beragam. Ada yang menghujat, mengecam karena baru ketahuan kebohongannya selama ini, ada yang kecewa mengapa aktivis ini mengakui kebenaran atas kebohongannya, tetapi ada juga yang memberi apresiasi atas kejujurannya sehingga kebohongan-kebohongan masa lalu dapat diungkap. Ada sesuatu yang menggerakkan hatinya dan membutuhkan keberanian bagi aktivis ini dalam mengungkapkan kebohongannnya. 

Pada hari ini, Tuhan Yesus mengecam orang-orang Farisi dan ahli Taurat yang hidupnya mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Orang Farisi melakukan ketidak jujuran kepada Allah dengan membayar persepuluhan dari hasil kebunnya yang nilai harganya sangat kecil. Sikap ibadah mereka lakukan hanya karena peraturan. Mereka baru sampai pada taraf ritual dan puas dengan apa yang nampak di luar. Realitas ini bisa dilihat dalam sikap hidupnya yang menonjolkan diri dan suka menerima penghormatan. Beragama hanya untuk penampilan dan tidak sampai pada sesuatu yang lebih mendalam. Hal itu sepeti kuburan yang tidak diberi tanda, sehingga membuat najis orang-orang yang melaluinya.

Begitu juga apa yang dilakukan para ahli Taurat. Tuhan Yesus juga mengecam mereka karena suka meletakkan beban berat pada orang lain padahal mereka tidak mau tahu atas kesulitan dan pergumulan orang lain. Bahkan mereka demonstratif seolah-olah peduli terhadap makam para nabi dengan mengecat dan memperbaikinya, padahal nenek moyang mereka yang membunuhnya.

Supaya kita mendapat bagian dalam Kerajaan Allah, St. Ignatius dari Antiokhia yang berbudi bahasa halus dan beriman teguh memberi nasihat supaya sebagai pengikut Kristus kita harus mengikuti Perayaan Ekaristi dengan layak dan patuh pada pimpinan Gereja.  Sedangkan Santo Paulus mengajak kita untuk hidup di dalam kasih karuniah Allah sehingga kita tidak hidup menuruti hawa nafsu kedagingan, tetapi hidup yang dipimpin oleh Roh Allah. Dengan demikian hidup kita akan berbuah manis dan menjadi berkat bagi sesama. (ECM)