Segala-galanya Baik

Renungan Minggu 9 September 2018, Hari Minggu Biasa XXII

Bacaan: Yes. 35:4-7aMzm. 146:7,8-9a,9bc-10Yak. 2:1-5Mrk. 7:31-37

SEGALA-GALANYA BAIK

Mereka takjub dan tercengang dan berkata: “Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata.” (Mrk. 7:37)

Jika kita mendengar kata-kata “Ia menjadikan segala-galanya baik”, kita teringat kisah penciptaan sebagaimana tersurat dalam kitab Kejadian bab 1, di mana Allah menciptakan alam dan segala isinya untuk kebaikan. Karya ciptaan-Nya semuanya baik dan ditujukan demi dan untuk kebaikan. Namun tatanan hidup yang baik itu dirusak oleh ambisi dan nafsu manusiawi sebagaimana dilukiskan dalam Kejadian 3, yaitu jatuhnya manusia dalam dosa.

Kedatangan Yesus pun bertujuan untuk menjadikan segala-galanya baik kembali. Orang yang sakit, menderita, lemah, miskin dan tersingkir Ia sembuhkan, Ia bela, Ia topang dan Ia kuatkan agar mengalami hidup dalam kebaikan lagi. Kehadiran Yesus sungguh dirindukan oleh setiap orang yang mengharapkan sapaan dan karya kasih-Nya.

Sebagai murid-murid-Nya kita pun memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama yaitu menebar dan menaburkan kebaikan. Melalui tugas dan tanggung jawab masing-masing kita pun membawa kebaikan itu. Kebaikan apa yang akan kita taburkan kepada tetangga kanan kiri kita hari ini? Kebaikan apa saja yang akan kita bawa dalam pekerjaan kita hari ini? Kebaikan apa yang telah dan akan selalu kita taburkan dalam keluarga kita? Marilah berlomba untuk menaburkan kebaikan, bukan untuk mencari pujian tetapi agar kebaikan itu semakin dirasakan oleh banyak orang.

Hari Minggu adalah hari Tuhan,
mari datang ke Gereja untuk merayakan.
Jati diri seorang murid pilihan,
tak berhenti menaburkan kebaikan.

Dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem, Rm. Istoto

Hasil gambar untuk he has done all things well