Pewartaan Yang Kuat

Renungan Senin 3 September 2018, Peringatan Wajib St. Gregorius Agung

Bacaan: 1Kor. 2:1-5Mzm. 119:97,98,99,100,101,102Luk. 4:16-30

PEWARTAAN YANG KUAT

Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: “Bukankah Ia ini anak Yusuf?” Maka berkatalah Ia kepada mereka: “Tentu kamu akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku: Hai tabib, sembuhkanlah diri-Mu sendiri. Perbuatlah di sini juga, di tempat asal-Mu ini, segala yang kami dengar yang telah terjadi di Kapernaum!” Dan kata-Nya lagi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya. (Luk. 4:22-24)

Sikap mereka terhadap Yesus dalam pewartaan Firman Tuhan.

Pada Awalnya mereka semua memuji Yesus, membenarkan dan mereka semua heran kepada-Nya. Begitu Yesus mulai lebih keras dalam mewartakan kebenaran firman Tuhan, yaitu tentang bahaya kelaparan yang hebat selama tiga tahun enam bulan menimpa negeri. Mereka semua yang ada di rumah ibadat, sangat marah. Mereka bangun/berdiri dan mengusir Yesus keluar kota, membawa Yesus ke tebing gunung untuk dilemparkan dari atas tebing.

Jaga dan ingat sikap kita terhadap pemberita firman.

Bahwa setan selalu berusaha untuk membuat kita tidak senang kepada pemberita firman, dan tidak bisa mendengar firman Tuhan. Orang yang kelihatannya rindu firman, sebetulnya belum tentu benar-benar rindu firman. Pada waktu firman diberitakan, dan tidak sesuai dengan keinginan mereka, maka mereka menjadi marah. Jadi sebetulnya mereka hanya ingin mendengar firman yang sesuai dengan pandangan mereka saja.

Peristiwa/serangan yang sering muncul apabila:

  1. Ada pemberitaan tentang Yesus. Ajaran yang hanya menyangkut etika dan moral, tidak akan terlalu menimbulkan persoalan, karena setan tidak terlalu pusing dengan hal itu. Tetapi pemberitaan tentang Yesus sebagai Mesias, Juru Selamat, Tuhan, satu-satunya jalan ke surga, pasti diserang oleh setan.
  2. Ada teguran dosa yang menyatakan bahwa pendengar adalah “brengsek”. Maka kita sering marah pada waktu mendengar teguran dari firman Tuhan, maka kita ingat bahwa Amsal 12:1, mengatakan bahwa orang yang membenci teguran adalah dungu .

Sering kali saya dalam memandu doa di lingkungan, ada pesan sponsor yang mengatakan jangan lama-lama, keinginan mereka cepat selesai dan cepat pulang. Tetapi kalau firman Tuhan itu menyenangkan hati mereka, mereka akan senang dan tidak ingin cepat pulang.

Pada waktu ada serangan dalam pewartaan, belum tentu yang salah adalah pewarta firman. Kalau pewarta firman tidak salah, maka ia tidak boleh mundur karena firman adalah Allah (Yoh. 1:1) dan Yesus katakan: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yoh. 14:6)

Tuhan, tambahkanlah imanku atas kepercayaan-Mu untuk selalu berani mewartakan firman-Mu dan nyalakanlah api cinta kasihku kepada-Mu dan sesama. Amin. (SWK)

Gambar terkait