Lapar

Renungan Rabu 12 September 2018

Bacaan: 1Kor. 7:25-31, Mzm. 45:11-12.14-17, Luk. 6:20-26

LAPAR

Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa. (Luk. 6:21)

Manusia hidup pada umumnya ingin bahagia, kaya, dikasihi dan dihargai. Tetapi Yesus hari ini mengatakan, “Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan.”

Urusan perut memang sesuatu yang sangat penting karena pada saat kita lapar, maka kita sulit untuk konsentrasi pada sesuatu. Sehingga seringkali tujuan kita adalah mencari makanan, sedangkan Yesus berfirman bahwa manusia hidup bukan dari roti saja. Dalam kehidupan ini ada banyak hal yang bertolak belakang dengan firman, sehingga tidak jarang membingungkan kita. Dalam sabda-Nya hari ini, Yesus bukan bicara soal lapar akan makanan, tetapi lapar mengenai kebenaran firman-Nya. Pertanyaannya: adakah kita pernah merasa lapar akan firman-Nya?

Semenjak saya dibaptis, saya hanyalah seorang Katolik sesuai yang tertulis di KTP. Saya tidak mengenal firman Allah, bahkan tidak mempunyai Alkitab, apalagi membacanya. Ibadat ke gereja rutin saya lakukan sebagai kewajiban.

Tetapi suatu saat seseorang dikirim Tuhan untuk memberikan saya sebuah Alkitab, beserta satu ayat yang harus saya baca. Karena tidak pernah membaca Alkitab, bahasanya begitu sulit untuk saya mengerti, saya baca berulang-ulang hingga ke sekian kalinya baru hati saya tersentuh dan saya menangis. 

Sejak saat itu saya selalu lapar untuk membaca firman Tuhan. Saya lapar mencari kebenaran Tuhan. Tetapi di saat saya mencari, banyak permasalahan yang datang, saya bahkan banyak dihina, dibenci keluarga. Firman Tuhan hari ini kembali menguatkan iman saya, bahwa berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu.

Doa: Tuhan Yesus beri aku kekuatan dan kemampuan di dalam aku mewartakan firman-Mu melalui kehidupanku sehari hari. Amin. (HFS)

Hasil gambar untuk Luke 6:21