Indah Pada Waktunya

Renungan Jumat 28 September 2018

Bacaan: Pkh. 3:1-11Mzm. 144:1a,2abc,3-4Luk. 9:18-22

INDAH PADA WAKTUNYA

Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. (Pkh. 3:11)

Ayat di atas merupakan rhema dalam kehidupan saya. Sejak saat pertama kali saya membaca kitab suci, ayat ini memberi kesan mendalam dalam kehidupan saya.

Beberapa puluh tahun lalu suami saya mempunyai seorang sepupu yang menikahkan putrinya di Amerika. Ini pertama kali dia menikahkan anaknya di luar negeri lagi. Dia bingung bagaimana caranya dan tidak ada yang membantu. Syukur ada seorang teman yang sudah kami kenal sejak di Indonesia karena suaminya bekerja di konsulat Amerika. Isterinya bersama kami, terlibat dalam bible study dengan beberapa wanita asing lainnya di tahun 1984. Mereka ternyata masih berhubungan sejak wanita Amerika ini kembali ke negaranya. Dialah yang mendampingi dan menguatkan imannya. Dia berpesan supaya setiap kali berdoa untuk pernikahan anak saudara saya ini, untuk menambahkan, “Engkaulah Allah yang mampu menjadikan semua indah pada waktunya”.

Semua berjalan dengan baik walaupun awalnya banyak persoalan karena putrinya menikah dengan orang Amerika, yang adat istiadatnya berbeda. Isteri sepupu suami yang suka berhubungan dengan saya, sesudah kembali ke Indonesia, menceritakan bahwa semua berlangsung dengan baik. Dia berpesan, saat kamu hadapi sesuatu yang tidak bisa kamu atasi. Berdoalah, tambahkan “Engkau Allah yang menjadikan semua indah pada waktunya”.

Seperti tertulis dalam Kitab Pengkhotbah, untuk segala sesuatu ada waktunya, untuk apapun di bawah langit ada masanya. Saya merenungkan betapa baiknya Dia yang boleh kita sapa sebagai Bapa. Allah selalu menyempurnakan segala sesuatu yang saya lakukan. Karena Allah melihat semua baik adanya. Seperti saat saya masih kecil, mendapat tugas dari sekolah, misalnya menyulam. Ibu saya selalu menolong saya, kalau hasilnya kurang baik. Dia akan membuatnya menjadi lebih baik.

Itulah Allah Bapa yang mampu menjadikan semua indah pada waktunya. Persiapan retret Sentra Evangelisasi Pribadi (SEP) yang lalu juga mengalami banyak masalah di awal-awalnya. Ada panitia yang sakit, mundur dan sebagainya, sehingga membuat panitia khawatir dan cemas. Tapi ternyata tidak ada yang perlu kami khawatirkan. Karena karya ini adalah kerinduan hati Bapa yang mampu menjadikan segala sesuatu indah pada waktunya kalau kami melekat pada pokok anggur yang benar dalam doa dan syukur.

Terpujilah Tuhan, gunung batuku. Tempat perlindungan dan kubu pertahananku, kota bentengku dan penyelamatku. Engkaulah perisai tempat aku berlindung. Amin. (JWB)

Hasil gambar untuk ecclesiastes 3:11