Dalam Yesus Ada Kehidupan

Renungan Selasa 18 September 2018

Bacaan: 1Kor. 12:12-14,27-31aMzm. 100:2,3,4,5Luk. 7:11-17

Dalam Yesus Ada Kehidupan

Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!” (Luk. 7:14)

Semua orang tua akan mengatakan bahwa anak adalah harta yang paling berharga dalam hidupnya. Meskipun ada sedikit orang tua yang tega menganiaya, menjual  bahkan membuang anaknya karena malu atau takut.

Saudara yang terkasih, dalam kisah injil Luk. 7:11-17, dikisahkan bahwa Yesus menaruh belas kasihan kepada janda di mana anak tunggalnya meninggal dunia, Yesus menghiburnya dengan berkata “Jangan menangis”. Sambil menghampiri usungan itu, Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah.” Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya” (ayat 14-15). Kehilangan anak tunggal merupakan pukulan terberat dalam kehidupan seorang janda; yang artinya ia telah kehilangan segala-galanya.

Lihatlah saudaraku, tanpa perlu diminta Yesus peduli akan kesedihan janda tersebut, demikian Yesus juga peduli akan kesedihan, masalah, sakit penyakit, keluarga, pekerjaan yang kita alami dan dengan kuasa-Nya Ia dapat menolong kita memberikan jalan keluar, dan bahkan mujizat pun masih tetap ada hingga saat ini, sebab Ia adalah Tuhan yang telah mengalahkan maut untuk memberikan kehidupan kekal bagi orang yang percaya dan melakukan perintah-perintahnya-Nya, semua itu dilakukan karena cinta-Nya pada kita.

Belas kasihan adalah dasar dari segala karya penyelamatan Tuhan Yesus, karena kasih-Nya kepada manusia sehingga Allah berbuat dan bertindak untuk menyelamatkan manusia dari kematian (kematian karena dosa). Maka hal yang dapat kita petik dan yakini setelah membaca perikop kisah anak janda yang meninggal di kota Naim adalah:

  1. Yesus adalah benar benar Mesias Putra Tunggal Allah yang diutus ke dunia untuk menolong dan menyelamatkan kita, dengan bukti Ia mampu membangkitkan orang mati, bukan hanya anak janda di kota Naim yang dihidupkan kembali, tapi juga anak Yairus dan lazarus, karena Dia adalah penguasa kehidupan, Ia adalah pemberi kehidupan.
  2. Yesus selalu peduli akan keberadaan kita, akan masalah, sakit penyakit, problem rumah tangga kita, penderitaan kita, dan banyak lagi kepeduliaan-Nya akan hidup kita, hanya saja sering kali kita tidak taat dan tidak menurut akan rencana dan rancangan Tuhan dalam hidup kita, bahwa terkadang sakit, masalah, keuangan dsb. Tuhan izinkan hadir dalam hidup kita bukan karena Ia jahat pada kita, tapi sebaliknya Ia mencintai kita maka diizinkan masalah tersebut hadir dalam hidup ini agar kita tetap bergantung pada-Nya (Yoh. 15:5). Dibutuhkan kesabaran, ketaatan, setia dan selalu bersyukur atas segala ujian hidup yang kita alami, percayalah di balik salib penderitaan ini akan ada kemuliaan yang telah Tuhan sediakan bagi kita.
  3. Waktu Tuhan bukan waktu kita, maka jangan tuntut Tuhan untuk segera melakukan sesuai yang kita kehendaki (instan). Bila waktu Tuhan sudah tiba, tanpa diminta Tuhan datang dan menolong seperti yang Ia lakukan pada si janda di kota Naim tersebut, demikian juga Ia akan lakukan pada kita, serahkanlah seluruh masalah yang kita hadapi dengan selalu bersyukur, taat dan setia pada-Nya, tepat pada waktunya pertolongan Tuhan akan datang.

Saudara terkasih, kita dipanggil bukan untuk mengeluh, bersungut-sungut, memberontak apalagi menjauh dari Tuhan karena permasalahan hidup yang menghimpit kita, melainkan kita dipanggil dan diutus Tuhan untuk setia, taat, bersyukur dalam segala keadaan dan membawa kebangkitan serta harapan kehidupan bagi orang-orang di sekeliling kita. Kita diajak peduli bersama Yesus terhadap banyak orang di sekitar yang mati rohaninya karena dosa. Jadilah laskar Kristus, sehingga kehadiran kita bukan membawa kematian namun justru membawa kehidupan dalam Kristus bagi keluarga (terutama) dan bagi orang di sekitar kita. Amin. 

Tuhan Yesus memberkati kita semua. (IGP)

Gambar terkait