Pilih Manna atau Pemberi Manna

Renungan Minggu Biasa XVIII 5 Agustus 2018

Bacaan: Kel. 16:2-4,12-15Mzm. 78:3,4bc,23-24,25,54Ef. 4:17.20-24Yoh. 6:24-35 Pilih Manna atau Pemberi Manna Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.” (Yoh. 6:35) Fakta bahwa setiap manusia membutuhkan makanan (uang) untuk hidupnya, sebab tanpa makan akan kelaparan dan mati. Maka Tuhan Yesus juga tidak mengabaikan kebutuhan akan makanan, salah satu bukti yang Dia buat adalah Ia memberi makan 5000 orang laki-laki (belum termasuk perempuan dan anak-anak. Demikian halnya kita yang hidup di masa kini juga akan tetap dipelihara oleh Tuhan (penting baca: Mat. 6: 25-34). Namun Janganlah kita menjadi seperti kebanyakan bangsa Israel dan kebanyakan manusia di zaman ini; mereka mencari Yesus hanya karena ia memerlukan pertolongan Tuhan, mencari Yesus untuk:
  1. Mendapat berkat jasmani/uang
  2. Menyembuhkan sakit penyakit yang dideritanya
  3. Menolong dalam masalah hidup yang dihadapinya
  4. Mencari Tuhan di kala sedih
  5. dsb.
Dalam kehidupan modern saat ini ada begitu banyak manusia yang berbisnis dengan Tuhan, bermain politik dengan Tuhan, menjadikan Tuhan sebagai dewa uang yang setiap saat dibutuhkan untuk membuatnya menjadi semakin kaya, menjadikan Tuhan sebagai dokter gratis untuk menyembuhkan sakit penyakitnya. Saudaraku terkasih firman Tuhan berkata, “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” (Mat. 4:4). Uang, kesembuhan, pertolongan, penghiburan, kekuatan memang dibutuhkan oleh setiap manusia, bahkan ada sebuah slogan klasik yang terkenal “uang adalah segala-galanya, tidak  bisa hidup tanpa uang”. Slogan itu tampak benar bagi pikiran duniawi, namun salah dalam iman akan Tuhan sang pemberi hidup. Uang bukan segala-galanya, memang hampir semua membutuhkan uang. Uang tidak bisa membeli kebahagiaan (Amsal 17:1), uang tidak bisa untuk membeli tidur yang nyenyak (Pengkotbah 5:11), uang tidak bisa membeli hidup, tidak bisa membeli ketenangan (Amsal 15:16), uang tidak bisa membeli kesehatan (Lukas 8:43). Justru banyak kejadian kekayaan (uang) dapat menimbulkan banyak masalah dalam hidup seseorang. Maka jangan serahkan hidupmu, kesehatanmu, perhatianmu, cintamu hanya pada uang saja,  sehingga pada akhirnya kita akan menyesal karena keputusan yang salah “menyerahkan hidup kita hanya untuk uang” Di sekeliling kita banyak dijumpai orang yang sibuk mencari roti (uang) sejak pagi hingga sore bahkan hingga malam hari menyibukkan diri untuk mencari roti/uang, hingga akhirnya nya ia jatuh sakit karena kehidupannya yang tidak bijaksana tersebut, maka sebagian besar dari uang hasil kerjanya diberikan kepada dokter untuk dapat menyembuhkannya. Janganlah sibuk mencari roti (uang) saudaraku, tapi carilah dahulu sang pemberi roti hidup (Yoh. 6:35) hingga Ia memberkatimu dengan berllimpah. Bagaimana caranya mencari berkat dari sang pemberi roti hidup:
  1. Yang utama adalah percaya (Yoh. 6:40)
  2. Berserah, bergantung, tinggal dalam Dia (Yoh. 15:5)
  3. Beriman, bertumbuh, berjalan bersama Yesus (Luk. 8:1)
  4. Hingga akhirnya menjadi Kristus kecil di tengah keluarga dan masyarakat, pelaku firman.
Maka selanjutnya hujan berkat Tuhan akan mengalir memenuhi ruang hidup kita. Ingat: arti berkat jangan dipersempit hanya dalam arti materi/uang, tapi ada banyak berkat yang nilainya jauh melampaui materi yaitu kesehatan, kebahagiaan, damai sukacita, pengampunan dan yang terpenting, termahal adalah berkat janji keselamatan di dalam surga (bukankah ini tujuan utama hidup kita, jadi jangan dikaburkan tujuan hidupmu hanya karena roti/uang). Yesus berpesan “Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal” (Yoh. 6:27a), kita bekerja bukan hanya untuk sekedar memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi konsep kerja orang benar yang mengenal, mencintai, tinggal dalam Kristus, yaitu menyenangkan hati Tuhan melalui sesama, membawa kabar sukacita Injil bagi banyak orang, menjadi saksi Kristus, menjadi pelaku firman. Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.” Amin. Tuhan Yesus memberkati kita semua. (IGP) Hasil gambar untuk john 6:35