Menentukan Pilihan

Renungan Minggu 26 Agustus 2018, Hari Minggu Biasa XXI

Bacaan: Yos. 24:1-2a,15-17,18bMzm. 34:2-3,16-17,18-19,20-21,22-23Ef. 5:21-32Yoh. 6:60-69

MENENTUKAN PILIHAN

Jawab Simon Petrus kepada-Nya: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.” (Yoh. 6:68-69)

Setiap hari dalam kehidupan ini kita dihadapkan dengan berbagai pilihan yang menuntut sebuah keputusan. Dalam bacaan-bacaan hari ini pilihan dan keputusan yang kita ambil akan sangat memengaruhi hidup kita.

Melalui injil hari ini kita mendengar sabda Yesus yang menggoncangkan iman para pendengar-Nya, “Sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu, sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar- benar minuman.” (Yoh. 6:53.55).

Pada hari ini Yesus menunjukkan kepada kita dua macam reaksi para pendengar-Nya. Krisis iman yang dialami oleh para murid dan keteguhan iman Petrus.

Dikisahkan bahwa ketika berhadapan dengan reaksi ketidakpercayaan para murid, Yesus justru menegur dan menantang iman mereka. Kegoncangan iman para murid disebabkan karena keraguan mereka terhadap kuasa Ilahi Yesus yang mampu memberikan daging dan darah-Nya sebagai jaminan keselamatan bagi yang percaya dan menerima-Nya. Mereka lalu mengundurkan diri dan berhenti mengikuti Yesus.

Namun reaksi Petrus sangat berbeda dengan para murid lain yang meninggalkan Yesus. Petrus tidak terpengaruh dengan banyaknya orang yang meninggalkan Yesus, melainkan tetap percaya kepada Yesus sebagai utusan Allah. Dia katakan bahwa Yesus adalah yang kudus dari Allah.

Hari ini pun kita diminta Yesus untuk memilih dan mengambil keputusan apakah kita akan meninggalkan Dia karena tuntutan sabda yang kerap bertentangan dengan kebiasaan, kehendak, kemauan, cita-cita, harapan dan minat kita; ataukah kita memutuskan dengan mantap tetap mengimani dan mengikuti Yesus seperti Petrus, karena kita yakin Dialah yang diutus Bapa untuk membawa manusia pada keselamatan.

Maka janganlah iman kita guncang hanya karena faktor duniawi yang seolah-olah menjadi sumber keselamatan, tetapi sebenarnya hanya memberikan kenikmatan sesaat.

Tuhan menganugerahkan kepada kita akal budi dan kemampuan untuk memutuskan yang terbaik bagi diri kita. Dalam bacaan pertama pun Yosua menantang semua suku Israel di Sikhem untuk memilih dan memutuskan apakah mereka beribadah kepada Tuhan atau kepada ilah-ilah nenek moyang mereka.

Doa: Tuhan Yesus, Engkau Sang Guru Ilahi, tolonglah kami agar tetap setia mengimani-Mu dalam situasi apapun. Amin. (MLEN)

Hasil gambar untuk john 6:68