Liputan Retret SEP 2018 Gelombang 2

Retret SEP 2018 Gelombang 2

24-26 Agustus 2018

Pertapaan Karmel Ngadireso-Tumpang Malang

Pembicara :  Bapak V. Achsen Gumelar (Pewarta dan Pengajar SEP BPK PKK Bogor)

Retret  Gelombang 2 Sentra Evangelisasi Pribadi (SEP) St. Yohanes Penginjil BPK PKK Surabaya pada tahun ini diadakan tanggal 24-26 Agustus 2018 di Pertapaan Putri Karmel, Ngadireso, Tumpang, Malang.                      

Para peserta retret terdiri dari siswa kelas Misi Evangelisasi, Pemuridan, Oikos, Ajaran Gereja Katolik dan Character Building.  Gelombang 2 merupakan gabungan SEP St. Yohnaes Penginjil BPK PKK Surabaya, 12 KEP Paroki di Keuskupan Surabaya, serta 2 KEP Paroki di Keuskupan Malang yaitu Probolinggo dan Jember. Jumlah seluruh peserta sekitar 570 orang.

Bagian penerimaan, Seksi Kesehatan, Seksi Konsumsi dan Seksi-Seksi lain saling bekerja sama, saling berkoordinasi, membuat retret ini berlangsung indah, tertib, dan lancar. 

Tema Besar retret gelombang 1 dan 2 tahun 2018 adalah  “TINGGAL DI DALAM DIA”. Tema ini disampaikan dalam bentuk pengajaran yang didukung dengan Firman Tuhan serta kesaksian pengalaman pembicara serta refleksi, adorasi Sakramen Mahakudus, Sakramen Rekonsiliasi, doa pencurahan Roh Kudus dan sharing kelompok. Melalui seluruh dinamika retret ini, banyak orang mengalami kehadiran Tuhan yang nyata sehingga terjadi pembaruan hidup.

Ringkasan masing-masing sesi:

  1. KASIHNYA SELALU BARU

Yoh. 13:34,35 “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.”     

Hambatan untuk melaksanakan perintah baru ini selalu dihadapi, bentuknya bisa bermacam-macam. Namun sebagai murid Kristus, semua telah menerima perintah (bukan tawaran) untuk mengasihi , sama seperti Yesus telah mengasihi. Kita memerlukan rahmat Tuhan untuk bisa melakukan hal ini.                                

  1. HIDUP DALAM IMAN KEPADA-NYA.

Wahyu adalah tawaran cinta kasih Allah kepada manusia, terwujud sempurna dalam Yesus Kristus. Iman adalah jawaban manusia terhadap Wahyu Allah, yaitu melakukan Kehendak Allah, Bapa. Sekalipun banyak hal yang di luar jangkauan pengertian manusia, namun tetap melaksanakan kehendak Allah. Baca Lukas 5:1-11.

Untuk bisa melaksanakan perintah saling mengasihi, kita memerlukan iman.

Dalam keseharian hidup selama ini, apa yang sudah kita lakukan yang tidak sejalan dengan iman?Perbuatan konkrit apa yang perlu kita lakukan untuk mewujudkan iman kita?                                                    

  1. PENGAMPUNAN YANG MEMBEBASKAN

Mat. 6:14,15 “Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

Pengampunan merupakan tindakan membuka pintu sehingga berkat Tuhan dialami oleh orang yang mengampuni, maupun oleh orang yang diampuni. Pengampunan membebaskan, memulihkan, menyembuhkan. Relasi dengan Tuhan dan dengan sesama disembuhkan. 

  1. MENDENGAR SUARA-NYA

Tuhan selalu berbicara melalui setiap peristiwa maupun melalui orang lain. Agar dapat menangkap suara-Nya, diperlukan keheningan hati dan kepedulian/perhatian kepada setiap hal. Cara mengalami keheningan hati yaitu dengan doa (relasi dengan Tuhan) secara tekun, teratur, tertib. Keakraban dengan Tuhan membuat kita peka terhadap suara Tuhan ini.

  1. DIA HADIR DALAM SETIAP PERISTIWA HIDUP

Rom. 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Allah tidak pernah meninggalkan kita dalam situasi apa pun yang kita alami dalam kehidupan. Dia memberikan kekuatan dan kuasa. Roh Kudus telah diutus oleh Allah Bapa agar menyertai kita sampai kepada kesudahan.

  1. MENJADI SAKSI.

Di mana pun berada, semua murid Kristus memancarkan kehadiran Kristus melalui perbuatan dan perkataan yang dilandasi kasih”.  Roh Kudus yang memberikan kuasa untuk dapat menjadi saksi. 

Pada ujung seluruh perjalanan rohani dalam retret gelombang 2 ini, semua orang disadarkan bahwa dirinya tidak mungkin mengasihi, menanggapi wahyu Allah dan melaksanakan kehendak-Nya, mengampuni, mendengarkan suara Tuhan, berjumpa dengan Tuhan dalam setiap peristiwa hidup, menjadi saksi, bilamana tidak tetap TINGGAL DI DALAM DIA.

Para panitia, pengurus SEP, para guru dan seluruh peserta mengalami sukacita dan semangat baru untuk melanjutkan perjalanan hidup sebagai ranting-ranting yang melekat pada Pokok Anggur yang benar agar dapat menghasilkan buah melimpah bagi kemuliaan Allah Bapa.

Sampai berjumpa dalam Retret Bersama SEP – KEP di tahun 2019.

Tuhan memberkati. (JWB)

Please follow and like us:
error20
fb-share-icon0
Tweet 20
fb-share-icon20