Kemuliaan Tuhan Nyata

Renungan Senin 6 Agustus 2018, Pesta Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya

Bacaan: Dan. 7:9-10,13-14Mzm. 97:1-2,5-6,92Ptr. 1:16-19Mrk. 9:2-10

KEMULIAAN TUHAN NYATA

Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka, dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu. (Mrk. 9:2-3)

Hari ini Gereja merayakan Pesta Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya. Peristiwa ini sungguh penting, sehingga Paus Yohanes Paulus II menetapkan sebagai salah satu misteri yang harus direnungkan di dalam doa rosario dari lima peristiwa yaitu peristiwa Cahaya.

Penampakan Kemuliaan Yesus hanya disaksikan oleh tiga rasul Yesus yaitu Petrus, Yohanes dan Yakobus. Penyingkapan rupa Yesus dalam kemuliaan bersama dengan Musa dan Elia itu suatu tanda untuk setiap orang yang setia menantikan Sabda Tuhan yang diwartakan oleh Yesus.

Pengalaman tiga rasul ini melihat kemuliaan Yesus yang bersinar terang meresap dalam hati sanubari mereka. Ada daya, kekuatan, energi, cahaya yang memancarkan kerohanian yang tersimpan ketika mereka sudah bertugas mewartakan Injil ke mana-mana, mereka setia bersama Sang Sabda itu menyangkal diri, memanggul salib, dan mengembangkan Kerajaan Allah.

Melihat kemuliaan seperti ini membuat Petrus berkata: “Tuhan, betapa bahagianya kami tinggal di tempat ini.”

Kebahagian yang sekejap ini sudah cukup untuk menguatkan iman mereka sampai berani menyerahkan nyawanya. Semangat dan energi yang tak kunjung padam dan tetap menyala-nyala ke mana mereka pergi.

Mewartakan Sabda Tuhan ke mana-mana, saya sendiri sudah merasakannya, sepanjang 25 tahun saya tetap bersemangat dan tidak pernah lesu membawakan Sabda-Nya. Sepulang dari persekutuan atau mengajar di SEP/KEP, kobaran energi rohani ini memberikan kebahagiaan yang tidak bisa saya nilai.

Setiap kali setelah selesai mengajar, dan sudah mau tidur dan merenungkan apa yang terjadi tadi, saya bisa tertegun: “Kok bisa ya saya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan tadi?”

Saya juga sering mengamati guru-guru SEP/KEP yang sedang mengajar, energi rohani atau katakanlah rohnya menyalaya-nyala dengan penuh semangat ketika berbicara. Dan pasti juga mata pendengar akan berbinar-binar mendengarkan Sabda Tuhan, yang menegur, yang menghibur, yang memberi kekuatan, dan menyadarkan orang ke arah pertobatan.

Sabda Tuhan mengubah kehidupan untuk mengalami hidup baru. 

Kemuliaan Tuhan bukan ilusi lagi, melainkan Kemuliaan Tuhan menjadi nyata.

Nyata karena semakin banyak orang merasakan keselamatan dalam Kristus, ada kebahagiaan dalam hidup yang baru, dan menjadi manusia baru yang saling mengasihi dan mengampuni.

Doa: Ya, Tuhan Yesus, Engkau ingin memakai setiap orang yang mengimani-Mu untuk mengembangkan Kerajaan-Mu dan memberitakan Injil-Mu. Kami siap Kau utus sebagai pewarta Sabda-Mu, agar semakin banyak orang melihat kemuliaan-Mu nyata di dunia ini. Terima kasih Tuhan Yesus Kristus. Amin.

Vincent A. Dipojugo

Gambar terkait